Gustafalattas ' Proud be Indonesian People

Mei 23, 2011

U.S.A Tinjauan dari Dalam – Akhir Medio Mei 2011

Filed under: Uncategorized — Gustaf Al attas @ 10:07 pm

Pekan lalu Barack Obama, Presiden Amerika berpidato tentang transformasi politik di Timur Tengah dan Afrika Utara. Dalam pidatonya yang disebut para pejabat Amerika diperuntukkan kepada umat Islam, Obama menyinggung soal transformasi Timur Tengah, kebangkitan rakyat, masalah Palestina dan peristiwa tewasnya Osama bin Laden, gembong kelompok teroris Al Qaeda. Tapi dalam pidato hari Kamisnya, Presiden Obama lebih menekankan pembicaraan tentang kebangkitan rakyat di Timur Tengah.

Revolusi rakyat di dunia Arab sungguh mengagetkan Barat yang dipimpin oleh Amerika. Beberapa bulan lalu, para diktator dunia Arab, seperti puluhan tahun lalu berada di bawah dukungan politik dan ekonomi Barat. Sebagian dari para diktator ini bahkan berkuasa berkat bantuan negara-negara Eropa dan Amerika. Namun pada akhirnya setelah bertahun-tahun hidup di bawah penindasan, penghinaan dan intervensi, rakyat di kawasan bangkit melawan para tiran.

Dalam pidatonya Presiden Obama berusaha menyimpangkan arah dari kebangkitan rakyat di Timur Tengah. Obama berusaha menghapus substansi anti penindasan dan anti penjajahan dari kebangkitan rakyat ini. Presiden AS justru menekankan citra Amerika sebagai pembela demokrasi dan hak asasi manusia di Timur Tengah. Sementara rakyat di Timur Tengah pada dasarnya tidak menganggap penting pidato Obama. Mereka menuntut Amerika agar benar-benar melakukan perubahan dan mengubah kebijakan lama serta memahami dengan benar transformasi politik di dunia Arab.

Mendukung rezim Zionis Israel masih merupakan tradisi setiap pemimpin Amerika tidak terkecuali Barack Obama. Dalam pidatonya Obama menuntut terbentuknya negara merdeka Palestina berdasarkan teritorial tahun 1967. Obama mengumumkan bahwa Amerika tetap saja menolak sikap negara-negara yang ingin menekan Israel di PBB dan akan menghadapi negara mana saja yang ingin melakukannya. Obama menegaskan, bangsa Palestina harus mengakui keberadaan Israel.

Pasca pidatonya yang menyebut pentingnya pembentukan negara merdeka Palestina, para pemimpin rezim Zionis Israel menolak untuk mundur hingga ke perbatasan tahun 1967. Tidak cukup itu, sejumlah tokoh partai Republik ikut menyerang pernyataan Obama itu. Senator Mitt Romney, mantan Gubernur Massachusetts yang bakal menjadi kandidat pemilu internal partai Republik untuk pemilu presiden Amerika tahun 2012 mengatakan, “Presiden Amerika dalam pidatonya telah mengkhianati Israel dan menyatakan dukungannya atas pembentukan negara merdeka Palestina dengan batas teritorial tahun 1967.”

Senator Tim Pawlenty, satu lagi calon kandidat pemilu presiden dari kubu Republik menyatakan, dalam kondisi dimana Otorita Ramallah menandatangani nota kesepakatan dengan Hamas, langkah yang ditempuh Obama menuntut pembentukan negara merdeka Palestina merupakan tragedi. Terlebih lagi Amerika menuntut lebih dari Israel agar menerima negara Palestina dengan perbatasan tahun 1967. Sementara pada saat yang sama, faksi-faksi pejuang Palestina menilai apa yang disampaikan Obama justru memihak kepada rezim ini. Pidato Obama, menurut mereka, hanya pengulangan dan pembuktian sikap loyal Amerika terhadap Israel.

Menteri Pertahanan Amerika, Robert Gates saat diwawancarai televisi CBS pekan lalu mengatakan, “Terlalu dini untuk membicarakan soal percepatan penarikan pasukan Amerika dengan alasan tewasnya Osama bin Laden, gembong kelompok teroris Al Qaeda.” Sepuluh tahun pra dan pasca peristiwa 11 September, pemerintah Amerika waktu itu meminta rezim Taliban di Afghanistan agar menyerahkan Osama bin Laden kepada Washington. Waktu itu, Amerika menyebut gembong Al Qaeda sebagai pelaku utama aksi teroris terbesar di Amerika dan menuntut Osama agar diadili.

Di hari-hari terakhir, semakin banyak tuntutan agar Amerika segera menarik pasukannya dari Afghanistan pasca tewasnya Osama bin Laden. Organisasi-organisasi anti perang dan kelompok Liberal yang berada di dalam tubuh kubu Demokrat menuntut segera diakhirinya perang yang telah memakan biaya tidak sedikit. Perang Afghanistan hingga kini telah memakan biaya hampir 400 miliar dolar yang diambil dari hasil pajak rakyat. Perang Afghanistan berawal dari alasan keberadaan Osama di negara ini sekitar 10 tahun lalu. Sementara korban tentara Amerika di negara ini telah mencapai sepertiga dari korban peristiwa 11 September. Mayoritas warga Amerika sendiri berkeyakinan bahwa membunuh Osama sebenarnya tidak membutuhkan biaya sebesar itu. Terlebih lagi sejak 10 tahun lalu, ancaman teroris di dunia semakin bertambah.

Pekan lalu Kongres Amerika membahas tindak lanjut pembahasan draf perpanjangan undang-undang Patriot Act, operasi penyidikan dan pelanggaran privasi. Berdasarkan ratifikasi DPR Amerika, guna memperkuat operasi penyidikan undang-undang ini diperpanjang hingga lima tahun lagi. Sesuai dengan kesepakatan ini, Senat dan DPR AS dalam pengambilan suara bersama memperpanjang undang-undang pengokohan operasi keamanan yang berakhir 27 Mei mendatang hingga lima tahun lagi. Undang-undang ini mengatur penggunaan alat penyadap terhadap tersangka teroris dari warga pendatang, sekalipun belum jelas hubungan mereka dengan kelompok ekstrim. Undang-undang ini membolehkan pihak keamanan menyita aset dan dokumen perdagangan setiap orang yang menjadi tersangka.

Undang-undang Patriot Act dirafitikasi di Amerika pasca peristiwa 11 September 2001. UU ini hingga kini telah mendapat banyak kritik sejak diratifikasi dan diterapkan. Organisasi-organisasi kebebasan sipil di Amerika menyatakan bahwa UU ini telah melanggar kebebasan utama warga Amerika. Kubu Demokrat dan Republik menegaskan penerapan UU ini dan ujung-ujungnya, setiap bentuk protes dan kritikan terkait pelanggaran kebebasan pribadi dan sipil oleh lembaga-lembaga sipil dan hukum di Amerika tidak pernah berhasil.

Akhirnya, pekan lalu Ketua Federasi Buruh Amerika, Richard Truman memperingatkan kubu Demokrat akan menarik dukungan mereka kepada kubu ini bila pemerintah AS saat ini bersikeras melanjutkan kebijakan yang ada. Selama beberapa tahun ini, kondisi kehidupan jutaan buruh Amerika semakin sulit. Angka pengangguran berdasarkan data resmi telah mencapai 9 persen. Bila jumlah orang yang putus asa mendapat pekerjaan ditambahkan pada angka pengangguran, maka jumlah riil pengangguran di Amerika lebih dari 20 persen. Sementara para buruh semakin menderita akibat pengurangan gaji dan jaminan pekerjaannya. Karena setiap saat mereka harus mempersiapkan dirinya menghadapi pemutusan hubungan kerja. Bersamaan dengan itu, penyeimbangan sebagian program kesejahteraan pemerintah federal dan negara bagian semakin menekan kalangan buruh.

Kaum buruh dikenal sebagai pendukung asli kubu Demokrat. Kebanyakan kandidat dari kubu Demokrat menang akibat dukungan kaum buruh. Di sini, Richard Truman yang juga Presiden CIO-AFL yang memiliki puluhan juta anggota sangat urgen bagi keberhasilan politik kubu demokrat dan pribadi seperti Barack Obama. Bila anggota CIO-AFL menarik dukungannya kepada partai Demokrat, prosentase kandidat partai Demokrat dalam pemilu mendatang semakin berkurang. Itu berarti Obama akan kehilangan satu dari pendukung utamanya. Bila hal ini terjadi, kemungkinan besar, kubu Demokrat pada 2012 mendatang harus rela menyerahkan Gedung Putih dan Senat kepada rivalnya dari kubu Republik.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: