Gustafalattas ' Proud be Indonesian People

April 30, 2010

Hajatan Buruh Menuntut Keadilan

Filed under: Uncategorized — Gustaf Al attas @ 10:27 pm

Aksi unjukrasa memperingati Hari Buruh bakal diramaikan seluruh elemen pekerja. Aparat keamanan pun bersiaga. Termasuk mengeluarkan larangan membawa kerbau atau hewan.

Dalam aksi yang rencananya digelar Sabtu (1/5) besok, puluhan ribu buruh bersama berbagai elemen kemasyarakatan dan kemahasiswaan dari DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, akan berunjuk rasa menuntut reformasi sistem jaminan sosial sambil merayakan Hari Buruh Internasional di Jakarta.

Kadivhumas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang, menyatakan sekitar 5-10 ribu personel aparat kepolisian akan dikerahkan untuk menjaga keamanan di Ibukota. Polri melarang pengunjuk rasa membawa kerbau atau hewan.

Polri juga meminta pengunjuk rasa membawa spanduk, poster dan alat peraga lain yang isinya tidak melanggar hukum. “Polri telah mempersiapkan pengamanan maksimal yang semuanya disesuaikan dengan kondisi wilayah,” ungkapnya.

Kesiapan serupa juga dilakukan di berbagai daerah. Salah satunya Bandung. Polwiltabes Bandung akan mengerahkan 2.381 personel untuk mengamankan jalannya peringatan Hari Buruh Sedunia. “Kami juga dibantu instansi lain seperti TNI,” papar Kasat Lantas AKBP Prahoro Tri Wahyono mengutip Kapolwiltabes Bandung Kombes Pol Imam Budi Supeno.

Presiden SBY pun menggelar rapat internal untuk membahas pengamanan peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei mendatang. “Presiden berkoordinasi dengan beberapa menteri. Seperti Menko Polhukam, Mensesneg, Seskab juga Kapolri dan Jaksa Agung,” kata Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha.

Menko Polhukam Djoko Suyanto juga meminta agar para buruh yang memperingati hari buruh 1 Mei melaksanakan unjuk rasa dengan tertib. Keamanan bersama merupakan hal yang utama. Pemerintah juga meminta kepada perusahaan-perusahaan diminta merayakan di lingkungan masing-masing dengan segenap karyawan mereka.

Para buruh ini rencananya menuntut pemerintah segera merealisasikan berbagai regulasi yang dibutuhkan untuk menjalankan Undang-undang Nomor 40/2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

Komite Aksi Jaminan Sosial yang beranggotakan 54 elemen serikat pekerja/serikat buruh, organisasi kemasyarakatan, dan organisasi mahasiswa akan mengorganisir aksi damai tersebut di Istana Merdeka. Massa mendesak pemerintah dan DPR tidak lagi menunda-nunda pelaksanaan SJSN.

Sekretaris Jenderal Komite Aksi Jaminan Sosial, Said Iqbal di Jakarta, kemarin, meminta dukungan tokoh masyarakat dan tokoh organisasi keagamaan. Mereka juga harus mendukung SJSN yang akan melindungi rakyat Indonesia, tidak hanya kaum pekerja semata.

“Presiden tidak boleh melanggar konstitusi dengan lima tahun mengabaikan Undang-undang Nomor 40/2004. Kami akan membentuk rantai manusia mengelilingi istana untuk meyakinkan pemerintah kalau SJSN sama pentingnya dengan kasus Bibit-Chandra atau Bank Century,” kata Iqbal.

Bersamaan aksi di Jakarta, ribuan pendukung Komite Aksi Jaminan Sosial juga akan berunjuk rasa dengan isu serupa di seluruh kota besar di Pulau Jawa. Sampai saat ini, Komite Aksi Jaminan Sosial sudah menerima surat dukungan dari puluhan DPRD.

Selain menggalang dukungan dari 100 kabupaten/kota di 20 provinsi, Komite Aksi Jaminan Sosial juga akan mengumpulkan 25 juta tanda tangan dalam petisi rakyat untuk mendesak pemerintah melaksanakan SJSN.

Para buruh juga telah mencetak 1 juta selebaran informasi tentang SJSN yang akan disebar dan setiap orang boleh menggandakan untuk disebar lagi kepada orang lain agar mereka paham kenapa isu ini penting bagi rakyat.

Pemerintah semestinya tidak bereaksi berlebihan karena ini aksi damai 1 Mei itu mendorong realisasi SJSN tanpa diskriminasi dan pembatasan layanan bagi rakyat atau buruh.

Hari buruh yang jatuh pada 1 Mei adalah memperingati peristiwa 1 Mei 1886 ketika sekitar 400.000 buruh di Amerika Serikat mengadakan demonstrasi besar-besaran untuk menuntut pengurangan jam kerja mereka menjadi 8 jam sehari.

Aksi ini berlangsung selama 4 hari dan pada 4 Mei 1886, demonstran melakukan pawai besar-besaran. Polisi Amerika kemudian menembaki pengunjuk rasa sehingga ratusan orang tewas. Para pemimpinnya ditangkap kemudian dihukum mati. Kongres Sosialis Dunia yang diselenggarakan di Paris menetapkan peristiwa di AS 1 Mei sebagai Hari Buruh. [mdr]

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: