Gustafalattas ' Proud be Indonesian People

Maret 19, 2010

Pertahanan Dalam Perubahan Geopolitik, Geostrategis

Filed under: Uncategorized — Gustaf Al attas @ 9:03 pm

Perubahan geopolitik dunia saat ini dan masa mendatang ditentukan oleh penguasaan terhadap pangan, energi, dan air bersih. Sumber konflik pada masa mendatang bukan lagi soal agama, wilayah, dan keamanan, melainkan penguasaan pangan, energi, dan air bersih.

Demikian disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat membuka seminar internasional ”Indonesia Menuju 2025: Tantangan Geopolitik dan Keamanan dengan Fokus Sumber Daya Alam, Ekonomi, dan Energi” di Istana Negara, Jakarta, Rabu (17/3). Seminar digelar dalam rangka peringatan satu tahun Universitas Pertahanan Indonesia. Acara ini dihadiri Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro beserta para menteri lainnya.

Lima tahun ke depan adalah masa sangat menentukan bagi perekonomian nasional. Indonesia memiliki peluang amat besar untuk lebih cepat menjadi negara maju. Untuk mewujudkan visi menjadi negara maju dibutuhkan lima syarat utama, yang meliputi: struktur ekonomi yang tangguh, perekonomian yang memiliki daya saing, sumber daya manusia berkualitas, ketersediaan infrastruktur, serta kemampuan pembiayaan pembangunan.

Dalam soal struktur ekonomi, sektor pertanian dan industri manufaktur merupakan tulang punggung kemandirian ekonomi dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Mengingat sekitar separuh rakyat Indonesia hidup dari sektor pertanian, cara paling efektif untuk mengentaskan penduduk dari kemiskinan dan memerangi kemiskinan adalah dengan memajukan sektor pertanian, yang meliputi pertanian pangan, perkebunan, holtikultura, perikanan, perhutanan, dan peternakan.

Revitalisasi sektor pertanian perlu menjadi prioritas utama karena tiga alasan: pertama, meningkatkan ketahanan dan kedaulatan pangan; kedua, memacu daya beli masyarakat sehingga bisa menyerap hasil produksi sektor-sektor lain terutama industri manufaktur; dan ketiga, menghasilkan pemerataan pembangunan, baik pemerataan pendapatan maupun pemerataan antar daerah.

Terkait dengan sumber-sumber konflik di masa mendatang yang harus dicarikan jalan keluarnya untuk menghindari perbenturan-perbenturan, Presiden Yudhoyono menyatakan, setiap negara di dunia harus mencari solusinya secara damai. ”Jangan terlalu cepat dan terlalu mudah menggunakan kekuatan militer. Kalau itu terjadi, umat manusia akan kalah dua kali. ”Sudah kesulitan dalam mendapatkan sumber-sumber energi, pangan, dan air, ditambah dengan tragedi peperangan yang biasanya menimbulkan kesengsaraan dan kesulitan bagi umat manusia,” lanjut Presiden.

Menurut Menhan, Purnomo Yusgiantoro mengatakan, seminar internasional itu digunakan untuk mempersiapkan generasi pemimpin dan pakar pertahanan yang modern dalam menghadapi tantangan masa depan. Universitas Pertahanan Indonesia diprakarsai oleh mantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono dan Panglima TNI. Peresmiannya dilakukan 11 Maret 2009 oleh Presiden Yudhoyono.

Menurut Purnomo, seminar yang berlangsung selama dua hari ini diharapkan mampu mencari jawaban tentang yang seharusnya dan bisa dilakukan Indonesia. Isu seperti itu adalah isu strategis yang diharapkan jawabannya bisa dihasilkan dari seminar itu. ”Sekarang pertanyaannya, kan, bagaimana caranya agar semua keterbatasan yang terjadi di masa mendatang itu tidak akan menjadi konflik yang kemudian berpengaruh pada masalah-masalah keamanan”.

Pentingnya Pemberdayaan Industri Pertahanan

Idealnya Kementerian Pertahanan sudah dapat membuat rencana induk, master plan, dan atau roadmap untuk revitalisasi industri strategis,”. Revitalisasi ini termasuk menentukan apa-apa saja yang akan diproduksi, terutama untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, keperluan pemesanan dari luar negeri, dan kontrak-kontrak yang sedang sedang dan akan berjalan. Hal ini bisa diyakini akan berhasil, karena industri pertahanan sudah dikembangkan cukup lama. Indonesia telah berinvestasi dalam penguasaan teknologi dan sumber daya manusia yang andal. Jadi sudah pada tempatnya kalau kita mengharapkan, industri pertahanan strategis mampu berbuat

Perusahaan yang tergabung dalam BUMN seperti PT. PINDAD, PT. PAL dan PT. Dirgantara dll., telah dikembangkan dan dipersiapkan sejak puluhan tahun yang lalu, perusahaan tersebut, secara teknis, kemampuan manjemen,sdm dan rancang bangun sudah siap, yang belum bisa memberikan kejelasan adalah belum adanya ketegasan pemerintah agar TNI/Polri untuk memakai produk-produk mereka. Termasuk dukungan anggaran yang jelas, yang tertuang dalam program anggaran multi “years”. Jadi adanya semacam fasilitas “Kredit ekspor” tetapi sepenuhnya di danai oleh pemerintah RI dan Bank-bank pemerintah dan swasta nasional.

Untuk memperkuat daya tahan dan daya saing industri pertahanan, maka ada baiknya kemampuan industri pertahanan ini dikemas dalam suatu kerjasama pertahanan dengan Negara-negara sahabat, serta menawarkan produk pertahanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka, serta didukung dengan “fasilitas kredit ekspor” dari pemerintah dan bank-bank nasional.

Produk yang dapat di tingkatkan dan dipasarkan ke Negara-negara sahabat itu bisa meliputi ranpur, kapal patroli cepat dan pesawat intai maritim, serta mobil pemadam kebakaran dll.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: