Gustafalattas ' Proud be Indonesian People

Februari 11, 2010

Tak Cukup Nama Besar dan Uang

Filed under: Uncategorized — Gustaf Al attas @ 7:59 pm

FILIPINA
Jum’at, 12 Februari 2010 | 04:39 WIB

AFP

Benigno Aquino

— Genderang perang telah ditabuh para kandidat presiden Filipina. Musim kampanye telah dimulai, Selasa (9/10/2010). Sebanyak 10 kandidat bertarung menggantikan tempat Presiden Gloria Macapagal-Arroyo yang dibatasi konstitusi untuk menambah lagi masa jabatannya.

Menilik para kandidat kali ini, analis menilai bahwa pertarungan akan mengerucut pada empat kandidat, yaitu Senator Benigno ”Noynoy” Aquino III (50), Senator Manuel ”Manny” Villar (60), mantan Presiden Joseph ”Erap” Estrada (72), dan mantan Menteri Pertahanan Gilberto ”Gibo” Teodoro (45). Bahkan, sejumlah pengamat menilai, pemilu akan didominasi pertarungan ketat antara Noynoy dan Manny, dua kandidat teratas dalam sejumlah jajak pendapat.

Noynoy, putra mendiang Presiden Corazon Aquino, dengan cepat meraih popularitas berkat meluapnya simpati rakyat atas meninggalnya sang ibu, Agustus 2009. Sejak meluncurkan pencalonan pada September 2009, Noynoy konsisten berada di urutan teratas jajak pendapat.

Namun, angka dukungan itu terkikis secepat datangnya. Sebagian penyebabnya adalah kritik bahwa Noynoy kurang pengalaman manajerial dan keterampilan untuk menjalankan pemerintahan. Dia juga tidak memiliki prestasi cemerlang selama menjabat sebagai anggota legislatif sejak tahun 1998.

Manny, miliarder bisnis properti yang lahir di kawasan kumuh Manila, sedikit demi sedikit menyusul perolehan Noynoy. Keduanya bersaing ketat dalam sejumlah jajak pendapat.

Angka dukungannya naik pesat sejak bulan lalu berkat jurus kampanye besar-besaran, kekayaannya memungkinkan Manny melakukannya. Meski demikian, analis menilai melimpahnya dana kampanye tidak otomatis membuat Manny memenangi pemilu.

Berbeda

Keduanya sama-sama menjanjikan pemerintahan yang bersih dan awal baru bagi Filipina setelah sembilan tahun di bawah Arroyo. Bedanya, Noynoy berkampanye dengan platform perang terhadap korupsi dan akses atas pendidikan bagi rakyat. Sementara Manny datang dengan janji untuk membantu rakyat Filipina keluar dari kemiskinan, sama seperti dirinya yang merintis kekayaan  dari nol.

Ramon Casiple, Direktur Eksekutif Institute for Political and Electoral Reform, mengatakan, pemilih ingin tahu lebih dalam tentang Noynoy daripada sekadar putra Cory. Pemilih bertanya kepada Noynoy apa yang akan dia lakukan jika menang.

”Saya kira pemilih tidak bisa menerima itu. Mereka tidak akan memberikan suara untuk Noynoy karena dia putra Cory dan Ninoy. Dia harus membuktikan dia layak menjadi putra Cory dan Ninoy,” ujarnya, seperti dikutip The Philippine Star.

”Villar, di sisi lain, telah menjawab pertanyaan itu sejak awal. Dia telah mengatakan kepada orang-orang bahwa dia datang dari keluarga miskin dan dia akan membantu orang miskin bangkit dari kemiskinan,” kata Casiple.

Manny mengusung penyediaan lapangan kerja, perumahan, dan makanan, isu-isu yang sangat dekat dengan kaum miskin, yang mencapai sepertiga dari 92 juta penduduk Filipina. Namun, dia juga menghadapi tudingan bahwa kekayaan perusahaan properti keluarganya mendapat keuntungan dari proyek penambahan jalan yang dimasukkan ke dalam anggaran nasional atas rekomendasi Manny.

Dramatis

Di belakang dua unggulan, masih ada sosok yang tetap perlu diperhitungkan, yakni Erap dan Gibo. Erap berharap bisa mengulangi prestasinya memegang pucuk pimpinan negeri seperti tahun 1998. Adapun Gibo berharap bisa meneruskan kekuasaan koalisi berkuasa.

Sejumlah analis mengatakan, Erap dan Gibo membutuhkan keajaiban untuk bisa memenangi pemilu. ”Perlu peristiwa dramatis bagi kandidat lain seperti Estrada dan Teodoro untuk mengejar ketinggalan mereka,” kata Casiple.

Erap juga mengusung program prorakyat miskin, yang dimulainya pada masa pemerintahannya dulu. Dengan popularitasnya sebagai mantan aktor, Erap yakin bisa menang.

Keyakinan yang sama juga dimiliki Gibo, yang mengusung program pangan, keamanan nasional, dan pembangunan infrastruktur. ”Kami mungkin tertinggal, tetapi dengan waktu 90 hari dan kenaikan 0,3 persen per hari dalam popularitas, kami yakin kami akan berhasil,” katanya, seperti dikutip Manila Times.

Dalam 90 hari, semua kemungkinan memang masih bisa terjadi. (Reuters/FRO)

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: