Gustafalattas ' Proud be Indonesian People

November 12, 2009

Kasus Williardi dan Kebenaran Hakiki

Filed under: Uncategorized — Gustaf Al attas @ 3:56 am

12/11/2009 – 09:37
Kasus Williardi dan Kebenaran Hakiki

SECARA terbuka dan jujur, Kepala Kepolisian Negara RI Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri (BHD) mengakui, polisi dalam posisi terjepit setelah muncul kesaksian Komisaris Besar Wiliardi Wizard dalam persidangan.

Wiliardi mengaku dipaksa pimpinan Polri untuk menjerat mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Antasari Azhar.

Bahkan Kapolri menyatakan, mungkin dengan kesaksian itu, masyarakat akan kembali menghujat Polri, sebab secara umum masyarakat bisa menerima keterangan itu. Akibatnya, polisi dalam posisi terjepit.

Namun demikian, Polri tak perlu menyerah dalam mencari kebenaran hakiki. Pernyataan BHD itu sudah menunjukkan sikap legowo dan fair dari seorang pemimpin Polri dalam melihat masalah dengan tenang dan mawas.

Sikap Kapolri semestinya menjadi spirit dan motivasi bagi jajaran Polri untuk berbenah diri dan refleksi serta melakukan reformasi diri untuk memperkuat derajat profesionalisme yang sudah diupayakan selama ini.

Seluruh jajaran Polri juga diharapkan makin mawas diri dengan pernyataan Kapolri yang terbuka dan terus terang itu, untuk menjadi ‘bekal’ dan motivasi kuat dalam menapak ke depan. Tidak erlu ada sikap saling menyalahkan di tubuh Polri, yang penting justru bagaimana Polri melihat ke depan dengan mengambil hikmah dan pelajaran dari kasus KPK versus Polri belakangan ini.

Dalam menanggapi tudingan adanya kriminalisasi KPK oleh Polri dan Kejagung, maka Polri tak perlu merasa paling terpojok dan berkecil hati, namun harus jadi pemicu untuk memperkuat profesionalitas dalam diri Polri. Agar kewibawaan institusi terjaga kembali. Masih ada waktu, dan kesempatan serta tak perlu ragu untuk itu.

Dalam hal ini Kapolri ada baiknya menimbang saran anggota Komisi III DPR, Didi Irawadi Samsudin yang menyatakan, pimpinan Polri harus melakukan tindakan konkret terkait pengakuan Wiliardi. Semua pejabat polisi yang disebut harus diperiksa dan hasilnya diumumkan pada publik. Langkah konkret ini untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat pada kepolisian. Juga pengadilan harus mendalami pengakuan Wiliardi dengan memeriksa mereka yang disebut. Dengan demikian, pengadilan dapat mengungkapkan kebenaran hakiki.

Dalam konteks KPK verus Polri belakangan ini, masyarakat ingin bukan hanya Polri yang harus berbenah. Kejaksaan, pengadilan, dan KPK pun harus berbenah. Lawan mereka adalah ketidakpercayaan publik setelah diperdengarkan rekaman di Mahkamah Konstitusi (MK). Sudah tentu, perang melawan makelar kasus yang dicanangkan pemerintah harus didukung Polri, Kejagung, dan KPK.

Dengan cara demikian, kebenaran hakiki bisa ditemukan, dan kepercayaan publik kepada institusi penegak hukum seperti KPK, Polri dan kejaksaan, bisa dipulihkan kembali. [mor]

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: