Gustafalattas ' Proud be Indonesian People

April 5, 2015

Rakyat Malaysia sudah tidak percaya pada kepemimpinan PM Najib Tun Razak

Filed under: Uncategorized — Gustaf Al attas @ 9:51 pm

Tun Dr Mahathir Mohamad, mantan Perdana Menteri Malaysia dalam blognya mengatakan, PM Najib Tun Razak telah gagal dalam memimpin Malaysia dan sudah kehilangan kepercayaan publik. Dia juga sejak lama telah meminta Najib Razak untuk mundur dari jabatannya sekarang. “Masyarakat Malaysia, baik itu orang Melayu, China, India, penduduk Sabah atau Sarawak sudah tidak percaya lagi pada Najib,” katanya seperti dilansir Asia One Seusai pidato di Kuala Lumpur kemarin (4/4),

Mahathir menyatakan Partai Barisan Nasional (UMNO) wajib menggelar suksesi secepatnya, seandainya Najib enggan mundur. “Reputasi pemerintah Malaysia sekarang sudah tercoreng,” ujarnya seperti dilansir AsiaOne, Minggu (5/4). Mahathir sempat melontarkan kritik keras pada Najib lewat blog pribadinya, chedet.cc, tiga hari lalu.
Dia menyatakan ada bukti bahwa utang BUMN 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang dulu dipimpin Najib terjadi akibat penggelapan dana. Mahathir mengaku selama ini sempat mendiamkan ulah Najib, tapi pada akhirnya tidak tahan. “Saya tidak bisa lagi diam karena banyak surat kabar internasional melabeli Malaysia sebagai negara korup,” tuturnya.Sebelumnya, politikus 89 tahun yang bersahabat dengan Presiden Soeharto ini mengatakan

Rakyat Malaysia sudah tidak percaya pada kepemimpinan Najib. “Rezim ini akan tumbang jika (Najib) masih memimpin UMNO,” tulis Mahathir di blog-nya yang kini tak lagi bisa diakses. Kasus Korupsi 1MDB terjadi pada 2008. Pengusaha bernama Jho Low Taek mendapat kemudahan pinjaman senilai USD 2,8 miliar. Dana yang seharusnya dipakai untuk membangun infrastruktur dan proyek migas itu hilang tak berbekas. Selain raibnya dana 1MDB, Najib juga tersandung kasus korupsi dana pembelian kapal selam dari Prancis pada 2003. Seorang sosialita dibunuh polisi karena mengetahui detail korupsi tersebut. Pelaku pembunuhan yakni Perwira Polisi Azhar Umar divonis mati, lalu ‘bernyanyi’ di persidangan bahwa dia hanya menjalankan perintah atasan.

Mahathir masih memiliki pengaruh kuat di internal UMNO. Pada 2009, PM yang berkuasa dua dekade lebih itu berhasil memimpin upaya pelengseran penerusnya, Abdullah Badawi. Najib kini mendapat serangan ganda. Selain kritik dari Mahathir yang masih terhitung sekutunya, oposisi Malaysia juga aktif menggalang perlawanan pada pemerintah. Putri Anwar Ibrahim, Nurul Izzah yang belum lama ditangkap kini melawat ke Indonesia. Dia bahkan menyuruh partai UMNO dan Barisan Nasional agar ikut menggulingkan Najib Razak. Pasalnya, jika Najib berkuasa, kedua partai tersebut akan kalah pada pemilihan umum mendatang, begitu katanya.

Alasan Mahatir berusaha untuk melengserkan Najib lantaran kasus yang belakangan sedang menimpa PM Negeri Jiran tersebut, seperti kasus pembunuhan model Mongolia Altantuya Shaariibuu, kontroversi Pembangunan 1 Malaysia, dan pembelian jet pribadi.

Mahatir merasa heran, dari mana anak tiri Najib Razak, Riza Aziz mendapat uang untuk pembuatan film ‘Wolf of Wall Street’ kalau bukan dari pembangunan 1 Malaysia tersebut. Pembangunan akan dilakukan, sementara Malaysia menghadapi bencana alam, biaya hidup yang semakin tinggi, serta perekonomian yang tidak menentu. “Pemerintah hanya akan menyia-nyiakan dana saja,” ungkap Mahatir. Dia juga mengatakan, seharusnya Najib tidak usah membeli jet pribadi, yang sebenarnya sudah didapat oleh PM. “Sebagai PM, dia sudah mendapatkan jet pribadi untuk kepentingan resmi, namun pesawat itu tak hanya digunakan untuk urusan bisnis dan diplomatik, namun untuk kepentingan pribadinya. Jadi untuk apa dia membeli satu lagi?” ujar Mahatir mengutarakan pendapatnya. Mengenai pembunuhan model Mongolia itu, Mahatir juga mengutarakan pendapat di blognya. “Saya belum pikun walaupun sudah hampir 90 tahun. Saya ingat betul perkataan Sirul Azhar Umar, polisi yang dihukum karena membunuh model Mongolia itu. Dia bilang melakukan tindakan itu saat di bawah perintah. Jadi tunggu apa lagi?” kata Mahatir.
Tun Dr Mahathir Mohamad, merupakan mantan PM terlama Malaysia. Dia menjabat jadi Perdana Menteri dari tahun 1981 hingga 2003.
(mdk/ard)

April 22, 2014

kebangsaan Indonesia. Sebuah kebangsaan yang unik. Kebangsaan yang luhur. Kebangsaan yang berbeda dengan pelbagai varian nasionalisme di belahan dunia lainnya.

Filed under: Uncategorized — Gustaf Al attas @ 5:03 pm

Ikatan kebangsaan Indonesia adalah manusia dan kemanusiaan. Bahwa tanah tumpah darah ini adalah amanat bagi penderitaan rakyat. Bukan amanat bagi hasrat dan pelbagai kehendak orang per orang juga kelompok. Indonesia adalah untuk segenap anak manusia yang memiliki hasrat hidup bersama, juga rasa senasib dan sepenanggungan di tanah permai ini. Dalam suka dan duka. Dalam bahagia juga nestapa.

Tahun ini seharusnya akan menjadi tahun yang baik untuk PDI-Perjuangan. Seluruh “banteng” yang menggerakkan mesin partai semestinya akan mencatat tahun ini sebagai capaian sejarah. Seharusnya, tahun ini adalah sejarah kemenangan di pemilihan umum bagi PDI-P.


Berdasarkan banyak hasil hitung cepat, PDI-P diprediksi akan menang dalam pemilu legislatif. Perolehan suara sah nasional ada di kisaran 19 persen. Namun, angka itu masih jauh dari target yang dipatok PDI-P di kisaran 27,02 persen. Perbedaan capaian dan target inilah yang kemudian memunculkan banyak spekulasi, salah satunya tentang keberadaan friksi di internal partai.


Menanggapi isu friksi tersebut, beberapa petinggi PDI-P berkali-kali membantahnya. Seluruh mesin partai dipastikan solid, menjaga kemenangan pileg, dan siap memenangkan Joko Widodo di arena pilpres.


Bagi PDI-P, 2014 adalah tahun penentuan. Istilah mereka, waktu untuk memetik hasil dari konsolidasi internal yang dilakukan selama 10 tahun berada di luar pemerintahan.


“Sekarang saya kasih kalian seorang jagoan (Jokowi). Kalau kalian enggak memenangkan, maka PDI-P selamanya enggak akan memiliki presiden,” kata Megawati saat menyampaikan orasi politiknya di Lapangan Trikoyo, Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (5/4/2014).


Namun, kemenangan yang ada di depan mata bisa dengan mudah diraih atau malah justru hilang dan kembali gagal, semua tergantung pada strategi yang digunakan PDI-P. Meski perkiraan perolehan suara yang didapat partai ini jauh dari target, suara mereka masih berada di posisi teratas yang menempatkan PDI-P sebagai masinis dari lokomotif koalisi.


Lagi pula, partai ini punya amunisi lain yang tak ditemukan di partai lain. Amunisi itu bernama Joko Widodo. Pada 14 Maret 2014, Jokowi mendapatkan mandat Megawati untuk menjadi bakal calon presiden dari PDI-P.


Serangan untuk Jokowi memang berdatangan, justru setelah mandat Megawati keluar. Namun, tak dipungkiri sejauh ini elektabilitasnya masih tertinggi. Banyak pengamat pun masih menjagokannya. Maka, keberadaan Jokowi dan perolehan suara terbanyak dalam pemilu legislatif memberi ruang gerak yang lebih leluasa bagi PDI-P untuk menyusun peta koalisi.


Aturan ketat pun dibuat. Namun, baru Partai Nasdem yang terang-terangan berani merapat ke PDI-P. Sekretaris Jenderal PDI-P Tjahjo Kumolo mengatakan, partainya lebih memilih istilah “kerja sama politik” alih-alih koalisi. Arahnya adalah menyamakan persepsi mengelola negara, bukan sekadar bagi-bagi kursi yang sarat dengan praktik transaksional.


Adapun kriteria bakal cawapres untuk Jokowi juga telah disiapkan dan sama ketatnya. Kandidat itu harus punya komitmen menjadi wakil presiden selama lima tahun. PDI-P juga meminta bakal cawapres Jokowi harus mampu menempatkan diri sebagai wakil presiden bila kelak terpilih dan tidak melampaui kewenangan presidennya.


Kriteria selanjutnya, bakal cawapres Jokowi juga harus mampu memperkuat sistem presidensial, memiliki program pro rakyat dan bersungguh-sungguh mengimplementasikan trisakti seperti yang diwariskan oleh Bung Karno. Trisakti adalah doktrin untuk berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.


Sosok bakal pendamping Jokowi, sebut Tjahjo, dapat dari kalangan politisi maupun profesional. Tjahjo juga menegaskan bahwa partainya tidak berminat membangun kerja sama politik dengan banyak partai. Ia tak ingin meniru gaya pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang membangun koalisi gemuk tapi kemudian tak efektif.


“Kita harus belajar dan mencermati gelagat pada koalisi parpol-parpol besar 10 tahun ini yang mayoritas di DPR tapi akhirnya tidak mampu mengambil keputusan yang solid. Kasihan rakyat yang memilihnya,” ujar Tjahjo, Senin (21/4/2014). Respons pun berdatangan.


Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais, misalnya, langsung bersuara bahwa negara seluas dan sebesar Indonesia ini dikelola tanpa melibatkan banyak golongan. Maka Amien mengusulkan dibangun koalisi gemuk dengan nama koalisi Indonesia Raya. “Kalau itu benar (PDI-P ingin koalisi ramping) maka itu mengecewakan,” kata dia.


Koalisi Indonesia Raya, sebut Amien, merupakan penyempurnaan koalisi poros tengah yang pernah dibangun pada Pemilu 1999 dengan dominasi partai-partai papan tengah dan berbasis massa Islam. Dengan nama baru, Amien berharap ruh koalisinya juga diperbarui.


Menurut Amien, koalisi baru yang digagasnya ini tak akan hanya melibatkan partai berbasis massa Islam tetapi melibatkan sebanyak-banyaknya partai, termasuk partai nasionalis. Saat ini komunikasi masih terus dijalin untuk mematangkan koalisi tersebut.


Namun, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI-P Achmad Basarah mengatakan partainya akan tetap teguh dengan semangat membangun kerja sama politik yang ketat. Semua peluang dan risiko telah dihitung dan secara sadar dipahami. Termasuk bila harus mengulangi pengalaman pahit, gagal menang dalam pilpres.


“Tentu semua perjuangan bukan tanpa risiko. Tapi sikap itu kami bangun dengan suatu kesadaran, dengan partai politik yang sudah belajar dari kesalahan masa lalu,” kata Basarah. Karenanya, peluang PDI-P untuk menang dan kalah pun menjadi masih sama-sama terbuka.


Dalam ruang politik demokrasi Indonesia yang tersandera oleh kuasa oligarkhi, menawarkan tesis intervensi politik dengan memihak salah satu kekuatan politik yang tengah berkontestasi dalam proses elektoral memang mengundang kontroversi. Setidaknya ada dua catatan kritis atas pilihan politik intervensi tadi yakni: pertama, melakukan intervensi politik atas salah satu kubu dari kekuasaan yang sedang bertarung di tengah penuhnya ruang politik oleh kontestasi dan negosiasi di antara kekuatan oligarkhi adalah tindakan sembrono.


Sekali kita masuk ke dalam salah satu pihak kekuatan oligarkhi, dengan mudah kita terserap menjadi sekrup dan instrumen yang akan memperkuat faksi oligarkhi yang tengah kita dukung. Kedua, alih-alih mendorong pada perubahan politik progresif, inisiatif melakukan intervensi politik tidak memberikan dampak riil terhadap basis sosial dari kaum progresif: kaum marhaen, rakyat pekerja, petani, dan rakyat miskin. Sehingga dalam pandangan kritis ini, hanya individu-individu yang melakukan intervensi itu saja yang syukur-syukur dapat jatah kekuasaan, dan lagi-lagi itu sama saja dengan terserapnya mereka dalam arus besar logika oligarkhi, kasarnya: menjadi pengkhianat gerakan!


Pemilihan Presiden 2014 dan proses politik paska elektoral, sekaligus memberikan catatan kritis prakondisi apa sajakah yang harus dikemukakan agar suatu pilihan politik intervensi menjadi tidak delusif (dalam artian memiliki angan-angan tinggi yang berharap akan diraih semalam), sekaligus mengantisipasi avonturisme politik (mencari kesempatan menjadi elite dalam arus utama oligarkhis dan meninggalkan agenda gerakan).

  
Setidaknya ada dua bakal capres yang dianggap dapat menyaingi Jokowi. Satu kandidat adalah bakal capres dari Gerindra, Prabowo Subianto. Kandidat lain, bakal capres dari Golkar Aburizal Bakrie. Asumsinya, tokoh-tokoh ini bermodalkan perolehan suara dari partai masing-masing yang menempati posisi tiga besar menurut perkiraan hitung cepat saat ini.

Barangkali, kuncinya ada pada keputusan soal bakal cawapres Jokowi. Keputusan yang tepat akan membawa langkah PDI-P menuju kemenangan. Sebaliknya, bila keputusan salah, maka kandidat lain bisa jadi akan menyalip di tikungan terakhir.


Direktur Eksekutif Pol-Tracking Hanta Yudha mengatakan, semua partai akan menerima bila figur berlatar belakang partai politik berbasis massa Islam dipinang menjadi bakal cawapres bagi Jokowi. Langkah itu, imbuh dia, sekaligus akan memastikan wacana koalisi Indonesia Raya akan hilang dan terlupakan.


Menurut Hanta, wacana membangun koalisi Indonesia Raya dilakukan untuk meningkatkan posisi tawar dari partai yang bergabung. Gabungan suara dari partai politik berbasis massa Islam dalam pileg lebih dari 20 persen, sebut dia, bisa memastikan dukungan untuk Jokowi cukup mencorong. “Semua partai lagi menunggu, kalau ada yang diminta jadi cawapres Jokowi, maka koalisi (Indonesia Raya) ini tak akan dibahas lagi,” kata Hanta.


PDI-P tentu tak ingin membuang kesempatan emas ini. Komunikasi dengan semua partai politik terus dilakukan. Ada tiga figur yang diutus membuka peta koalisi, yakni Tjahjo, Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP PDI-P Puan Maharani, dan Jokowi. Mereka pun berjanji akan segera mengumumkan bakal pendamping Jokowi.


Namun, definisi “segera” menurut PDI-P itu bisa hitungan jam, hari, bahkan pekan. Semua langkah barangkali sekarang sedang dihitung dengan sangat cermat, atas nama hasrat menang dan menjalankan kekuasaan.


Satu hal yang mungkin harus dicatat baik-baik oleh PDI-P adalah masyarakat yang menitipkan harap kepada partai ini akan menagih pelunasan janji tentang pemerintahan yang solid, program pro rakyat, dan mewujudkan “Indonesia hebat” sebagaimana slogannya dalam pemilu kali ini. Rakyat menunggu.


“Apakah dengan menganut agama Islam yang mempunyai orientasi internasional, seorang Islam Indonesia tidak terhalang untuk menjadi nasionalis? Marilah kita dengarkan apa yang dikatakan Gandhi, demikian Soekarno menekankan: cinta untuk tanah air dan bangsa saya menjadi bagian dari cinta saya untuk umat manusia.” Tulisan ini adalah gambaran Lambert Giebels akan pandangan politik Bung Karno. Giebels mencatatkan hal ini pada buku “Soekarno, Biografi 1901-1950”.


Dalam kondisi politik demikian, bagaimana kita mendudukkan pilihan politik untuk tidak memilih salah satu kekuatan politik yang tengah berlaga dalam momen politik elektoral? Mari kita melakukan analisis perbandingan politik dengan melihat suasana politik di Mesir sebagai pertimbangan dan posisi kaum kelas menengah progresif serta kalangan gerakan kiri pada momen-momen politik yang menentukan di PILPERS & pembentukan  Kabinet 2014


Dalam banyak pandangan, Bung Karno kerap berupaya dengan sungguh-sunguh menggariskan kebangsaan Indonesia. Sebuah kebangsaan yang unik. Kebangsaan yang luhur. Kebangsaan yang berbeda dengan pelbagai varian nasionalisme di belahan dunia lainnya. Nasionalisme Indonesia adalah kebangsaan yang berpuncak pada kemuliaan umat manusia.


Ikhtiar Bung Karno inilah yang pada sekarang membuat kita tetap menjadi Indonesia. Tetap terikat dan mengikat diri dalam satu negara bangsa. Sebuah komunitas yang terus berikhtiar untuk tegak di tengah arus besar peradaban, yang kadang terasa mendesak begitu keras, memaksakan kehendak yang asing atas kebersamaan yang diproklamasikan 17 Agustus 1945 ini. Tidak mudah memang. Bahkan, sekarang mungkin lebih sulit.


Mengikat diri dalam satu hasrat kebangsaan, kadang kerap membuat kita menyisihkan kehendak yang sama kuatnya. Sebut saja, saat umat Islam, demi Indonesia yang utuh, mengikhlaskan penghapusan 7 kata dalam sila pertama, yang termaktub dalam “Piagam Jakarta”: Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.  


Kerelaan ini adalah kesaksian betapa Indonesia adalah hasrat hidup bersama. Piagam ini adalah permufakatan dari “Panitia Sembilan” yang terdiri dari: Soekarno, Achmad Soebarjo, Abdul Kahar Muzakkir, Alex Andries Maramis, Abikoesno Tjokrosoejoso, Mohammad Hatta, Agus Salim dan Mohammad Yamin.


Kebesaran hati memang menjadi syarat sebuah ikatan kebersamaan. Tanpa kebesaran hati, kebersamaan hanya seperti bersandar pada batang yang ranggas. Getas dan mudah patah. 


Tentu banyak hikayat yang dapat kita baca. Sebut satu contoh yang masih dekat dengan ingatan kita: Yugoslavia. Ia bersandar pada kekuatan Josip Broz Tito. Saat Tito mangkat, tak terlalu lama, Yugoslavia tercabik-cabik. Bubar dan saling terkam. Lalu hancur. Manusia hanya pelengkap dalam ikatan ini.


Demikianlah hasrat kuat untuk Indonesia tetap bersatu hingga akhir Abad 21 selalu layak untuk dijaga dengan sungguh-sunguh. Dengan iktikad yang kuat  maka lima puluh tahun kedepan Kematangan Jiwa Persatuan Bangsa Indonesia telah  melewati masa – masa kritis seperti saat yang kita hadapi saat ini Pemilu Legislatif yang terindikasi dirusak secara masif adanya keterlibatan asing untuk mempertahankan kepentingannya &Tendensi hancurnya ruang hidup bersama dan hilangnya penghormatan terhadap hak-hak sipil warga negara ini berlangsung karena pertautan kepentingan ekonomi-politik antara elite dan kekuatan-kekuatan sosial anti-keberagaman di Indonesia.


 Ketika “Tidak ada satu manusia yang bisa menggambarkan hari kemudian dengan saksama. Tidak ada satu manusia yang bisa menentukan lebih dulu wujud hari kemudian menurut kemauannya. Tidak ada satu manusia yang bisa mendahului riwayat.” Kalimat ini adalah kesaksian Bung Karno dalam pembelaan “Indonesia menggugat” (1930).


Ikhtiar Bung Karno, juga keikhlasan para pendiri republik dari pelbagai golongan, atas ikatan kebangsaan kita hari ini adalah: kesaksian. Sebuah daya upaya yang ditegakkan dengan sungguh-sungguh. Sesuatu yang tak mudah dijumpai di zaman modal ini. Alhasil, riwayat tanah air ini, kelak tetap akan tertulis. Dan, tak ada satu manusia pun yang bisa mendahului riwayat

Maret 12, 2013

AS Menggarap Kawasan Asia-Pasifik

Filed under: Uncategorized — Gustaf Al attas @ 6:53 pm

Peran penting politik dan ekonomi ASEAN dalam beberapa tahun terakhir tidak hanya menarik perhatian negara-negara Asia ke organisasi regional itu, tapi juga menyita pandangan Amerika Serikat untuk menjalankan kebijakan barunya di kawasan & memperluas hubungan dengan negara-negara anggota ASEAN . Mengingat kepemimpinan periodik Brunei di ASEAN tahun ini, pemerintah Presiden Barack Obama mengundang Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah ke Washington untuk melakukan penjajakan lebih lanjut.

Gedung Putih dalam sebuah rilisnya menyinggung pertemuan Sultan Brunei dan Obama, dan mengumumkan bahwa fokus utama pembicaraan kedua pihak adalah untuk mempersiapkan KTT AS-ASEAN pada Oktober mendatang dan mendiskusikan isu-isu aktual di Asia.

Gedung Putih menambahkan, “Kunjungan Sultan Brunei ke Washington mencerminkan fokus strategis Obama ke kawasan Asia-Pasifik dan keterlibatan substantif dengan teman-teman dan mitra kami di wilayah itu.” Kedua pemimpin juga akan membahas cara-cara untuk memajukan Kemitraan Trans-Pasifik, sebuah blok perdagangan bebas yang dimotori AS dan Australia.

“Pertemuan ini mengindikasikan komitmen presiden untuk berpartisipasi penuh dalam forum multilateral di kawasan itu guna mendorong kerjasama, menjaga stabilitas, dan memajukan pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.  Menurut para pengamat politik, Obama yang telah menggeser fokusnya ke wilayah Asia, ingin memberi perhatian pada isu-isu politik dan ekonomi dan mengejar kepentingan AS di kawasan strategis tersebut. Sebelumnya, Obama telah menghadiri KTT Asia Timur di Bali, Indonesia pada tahun 2011 dan juga KTT ASEAN di Phnom Penh, Kamboja pada November 2012. KTT itu dipandang sebagai kesempatan Obama untuk memperluas hubungan perdagangan dengan negara-negara lain di Asia yang tumbuh pesat.  Para pengamat percaya bahwa hubungan dekat Cina dengan ASEAN dan kemitraan perdagangan beberapa negara anggota organisasi itu dengan Beijing, telah menggeser posisi AS di kawasan.

Para pejabat Washington juga berkali-kali menegaskan bahwa perhatian AS ke wilayah Timur Tengah telah menyebabkan memudarnya peran negara itu di Asia Tenggara.

Oleh sebab itu, AS sedang berupaya menyulut perselisihan di antara negara-negara yang dekat dengan Cina. Di antara upaya itu adalah memperkeruh konflik sengketa wilayah yang melibatkan beberapa negara Asia dengan Cina dan menambah jumlah pasukan AS di kawasan.  AS sepertinya ingin memanfaatkan peluang ekonomi di Asia dan menggeser peran Cina. Namun demikian, negara-negara Asia tampaknya ingin memainkan peran penengah dalam kompetisi antara AS dan Cina. Bersamaan dengan kunjungan Sultan Hassanal Bolkiah ke AS, Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Brunei Pangeran Mohamed Bolkiah juga melakukan lawatan ke Cina. Dalam pertemuan dengan sejawatnya di Beijing, Mohamed Bolkiah mengatakan Brunei siap untuk memperluas kerjasama perdagangan dengan Cina dan memperkuat hubungan bilateral.

sumber :Antara

Januari 2, 2013

Flexblue : Reaktor Nuklir Bawah Laut Yang Ramah Lingkungan

Filed under: Uncategorized — Gustaf Al attas @ 3:56 pm

Beberapa waktu lalu, Dewan Energi Nasional (DEN) menyampaikan 13 poin penyebab krisis listrik yang salah satunya adalah penggunaan minyak yang besar untuk pembangkitan listrik.
Meminjam tulisan Purnomo Yusgiantoro dalam “Ekonomi Energi: Teori dan Praktek”, konsumsi minyak untuk pembangkitan listrik memang besar mencapai 30,8 persen, disusul gas bumi 22,2 persen, batubara 28,1 persen, air 13,8 persen, dan panas bumi 4,9 persen.”Sistem pembangkit listrik masih tergantung pada penggunaan batu bara, minyak dan gas,” kata Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Hudi Hastowo, Oktober lalu.

Konsumsi yang besar ini tak berkorelasi dengan cadangan yang besar karena sumber energi fosil itu terus menyusut. Sebuah studi pimpinan ilmuwan Ibrahim Nashawi menunjukkan, cadangan minyak dunia susut 2,21 persen setiap tahun, sehingga eksportir minyak seperti Indonesia pun berubah menjadi importir minyak.Penyusutan ini membuat dunia khawatir. CEO Petrobas Jose Gabrielli sampai pesimistis dunia akan sulit mempertahankan tingkat produksi minyaknya, kecuali ada satu lagi negara penghasil minyak sekelas Arab Saudi.

Cadangan minyak Indonesia sendiri, meminjam kajian British Petroleum pada 2005, mencapai 9,6 miliar barrel pada 1984, namun menyurut menjadi 5 milyar barrel pada 1994, kemudian menyusut lagi menjadi 4,7 miliar barrel pada 2004. Di saat bersamaan, konsumsinya malah meningkat, diantaranya karena industrialisasi dan ekspansi penduduk. Pada 1994 konsumsi minyak Indonesia baru 774 ribu bph, tapi dua dekade kemudian menjadi 1,15 juta bph.

Jomplangnya tingkat produksi dan konsumsi ini membuat Indonesia seketika menjadi pengimpor minyak.
Jelas Indonesia menghadapi kesulitan hebat, apalagi pengusahaan dan pemanfaatan energi fosil –termasuk batu bara– dianggap mendegradasi iklim. Di termin sama, negara berkembang termasuk Indonesia, mengutip pakar fisika nuklir Peter Hodgson, memerlukan 5 x 106 MW listrik baru sampai beberapa dekade ke depan.

Indonesia pun dipaksa memikirkan alternatif lain, walau sebenarnya masih memiliki gas, batu bara, panas bumi, air, dan angin. Masalahnya, energi-energi alternatif seperti itu kontribusinya minim, kecuali gas dan batu bara. Lain dari itu pengusahaannya acap membuat lahan pertanian menyempit, selain menjadi polutan, khususnya eksploitasi batu bara.Di tengah kegalauan ini, nuklir menjadi pilihan. “Nuklir relatif lebih ramah lingkungan dibandingkan batu bara yang menghasilkan karbondioksida yang mencemari udara,” kata pemerhati energi Dwi Putranto Waluyo Aji (ANTARA, 15/6).

Kendati dianggap menakutkan, tenaga nuklir justru memiliki catatan keamanan yang baik. John McCarthy, profesor Ilmu Komputer pada Universitas Stanford, memaparkan fakta-fakta berikut untuk menguatkan itu.
Saat dunia memiliki 9.012 reaktor nuklir pada 1984, hanya Chernobyl yang rusak, sementara ketika reaktor Three Mile Island di AS terkena musibah pada 1979, tak satu pun nyawa manusia melayang. Tenaga nuklir pun semakin opsi penting di banyak negara.

Udara bersih
“Pasokan energi nuklir menyumbang 16 persen total listrik dunia sekaligus memupus emisi 2,5 miliar ton gas karbon setiap tahun,” demikian GE Hitachi dalam lamannya.Sejumlah pakar kemudian dengan tegas merekomendasikan pemanfaatan nuklir, diantaranya ahli fisika Steven Chu yang kini Menteri Energi AS. “Jika kita serius berupaya mengurangi emisi karbondioksida, maka tenaga nuklir harus menjadi pilihan,” kata Steven.

Lain halnya dengan aktivis lingkungan James Lovelock. Dia menuduh dramatisasi bahaya nuklir telah membuat manusia takut memanfaatkan nuklir. “Penentangan terhadap tenaga nuklir didasarkan pada ketakutan irasional,” kata James kepada Independent, Mei 2004.

James tak membual karena sejak dimanfaatkan pada 1952, nuklir memenuhi kebutuhan listrik ideal. Contoh suksesnya Prancis yang 80 persen kebutuhan listriknya dipenuhi oleh 58 reaktor nuklirnya.Prancis juga menjadi negara maju paling bersih udaranya, sementara tarif listriknya termurah di Eropa. Prancis tak membuang limbah nuklirnya, melainkan diproses kembali menjadi bahan bakar.

Banyak negara berusaha meniru Prancis, misalnya China yang aktif membangun reaktor-reaktor baru sebagai antisipasi naiknya harga batu bara dan gas, di samping memenuhi batas emisi gas karbonnya. Energi nuklir juga efisien. Sebagai gambaran, pada 1988, seluruh Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di dunia menghasilkan 1,9 x 1012 kWh listrik atau setara dengan pembakaran 900 juta ton batu bara dan 600 juta ton minyak.

Mengutip John McCarthy, fusi satu atom uranium menghasilkan energi 10 juta kali lebih besar dari pembakaran satu atom karbon batu bara. Tak heran, energi nuklir dianggap bisa mengisi kesenjangan pasokan listrik dunia sampai 40 persen.

Emisinya pun kecil sekali. Bayangkan, manakala batu bara menghasilkan 850 ton emisi karbon per gigawatt per jam, minyak 750 gigawatt dan gas 500 gigawatt, energi nuklir cuma mengeluarkan emisi 8 gigawatt per jam. Fakta-fakta ini membuat banyak kalangan yakin nuklir adalah “jalan keluar.”. “Energi nuklir adalah pilihan yang tidak bisa ditawar lagi,” kata Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Muhammad Said Didu.

Indonesia pun didesak segera memiliki PLTN seperti diamanatkan UU 17 tahun 2007 yang menitahkan Indonesia mesti memanfaatkan nuklir paling lambat tahun 2019.

Niscaya
Sementara mantan Menristek BJ Habibie menilai keharusan bernuklir didasari oleh kecenderungan bahwa konsumsi energi Indonesia pada 2045 akan 483 persen dari tingkat konsumsi energi saat ini. Lain dari itu, dibandingkan PLTU yang agresif dibangun Indonesia, PLTN lebih ramah lingkungan.

PLTU berdaya 1.000 MW, sebut Habibie, menghabiskan 3,7 juta ton batu bara per tahun dan melepaskan 6,7 juta ton CO2, 3.000 ton SO2, 8.500 ton NO2, dan debu halus 5.700 ton per tahun.Lembaga-lembaga penting seperti Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) sendiri secara implisit menganggap pemanfaatan tenaga nuklir sebagai keniscayaan.

“Singapura misalnya, dulu kontra tetapi sekarang berparadigma baru yaitu melihat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir perlu dibangun guna mengantisipasi kekurangan bahan bakar minyak dan gas di masa depan,” kata Kepala BAPETEN As Natio Lasman.

Dari fakta dan rekomendasi-rekomendasi itu, jelas Indonesia pantas untuk “go nuclear.” Lagi pula, upaya ini diperkuat oleh rekomendasi-rekomendasi internasional seperti Asian Parliamentary Assembly yang pada Desember 2009 merekomendasikan pemanfaatan energi nuklir untuk tujuan damai.

Namun yang terpenting adalah lampu hijau dari Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) yang Juli ini menyatakan Indonesia siap bernuklir.

Menurut Taswanda Taryo dari BATAN, IAEA menilai Indonesia telah siap dari sumberdaya manusia, pemangku kepentingan, industri, dan regulasi. Kalau diperhatikan, dari sistem regulasi dan kepakaran, sampai ketersediaan bahan baku, Indonesia memang seharusnya pantas memiliki PLTN.

Kini tinggal kemauan politik saja untuk mewujudkan impian besar ini. “Usulan ini sudah diketahui pemerintah dan tengah dipikirkan bagaimana mengubah persepsi ketakutan masyarakat terhadap penggunaan nuklir sebagai sumber energi,” kata Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu. Said tampak terkesan oleh efisiensi pembangkit listrik nuklir di mana yang terkecil saja bisa menghasilkan 1.000 megawatt dan bertahan hingga 40 tahun. “Sementara batu bara hanya 20 tahun,” kilahnya.

Tak itu saja, banyak negara menggunakan nuklir sebagai sumber energi, seperti Malaysia, yang menurut Said Didu akan memulai nuklirisasi pada 2012, tiga tahun lebih cepat dari impian Indonesia seperti diamanatkan UU No 17 Tahun 2007. Haruskah Indonesia tertinggal? Lebih cepat lebih baik bukan?

 

Flexblue  Reaktor Nuklir Reaktor nuklir bawah laut (teknologi paling mengerikan di jaman perang dingin), suatu hari nanti mungkin bermanfaat bagi kehidupan manusia. Sebuah perusahaan asal Perancis berencana akan memodifikasi stasiun sumber tenaga nuklir bawah laut yang konon sangat ramah lingkungan—samasekali tidak menimbulkan polusi.
Sejauh ini, kita sudah sering mendengar tentang pengembangan reaktor nuklir yang banyak menimbulkan polusi—bahkan radiasi mematikan yang memakan ribuan korban, Chernobyl di Rusia, misalnya.


Sangat berbeda. Areva, sebuah perusahaan pengembang sumber tenaga nuklir bermarkas di Perancis yang telah sukses meluncurkan sebuah program yang meneliti reaktor nuklir berskala 1000MW, bekerjasama dengan DCNS (pengembang instalasi sumber tenaga bawah laut yang sudah beroperasi sejak tahun 1751) untuk menggarap stasiun sumber tenaga nuklir “Flexblue”.

 
Flexblue  Reaktor Nuklir (1)
Sistem ini akan menghasilkan 50 hingga 250 Mega Watt yang akan diinstalasikan di dasar pantai maritim negara Perancis, dirancang dengan menggunakan teknologi ampuh milik DCNS yang sudah 40 tahun berpengalaman dalam membangun stasiun reaktor nuklir di Perancis.
 
Flexblue  Reaktor Nuklir (2)
Sumber mengatakan Flexblue adalah sebuah cylinder yang memiliki panjang 100 meter dengan diameter sekitar 12 meter, mengandung inti nuklir, steam turbin dan alat pemindah yang siap memproduksi tenaga listrik untuk disalurkan melalui kabel bawah laut.
 
Flexblue  Reaktor Nuklir (3)
Lalu, mengapa reaktor nuklir pengahasil tenaga listrik ini ditanam bawah laut?
Dengan ditanamkan dikedalaman laut, hawa panas yang ditimbulkan oleh reaktor ini bisa diminimalisir. Disamping itu, kemungkinan diintervensi oleh terroris juga menjadi lebih kecil. Yang dibutuhkan hanya penjagaan di sekitar pantai, pagar bawah laut dan sistim sensor. Untuk pengendalian jarak jauh, instalasi Flexblue dapat menghasilkan tenaga listri dengan lebih efektif tanpa infrastrukur di atas permukaan daratan, termasuk tidak memerlukan supply batubara atau minya bumi untuk menghasilkan tenaga listrik.
 
Flexblue  Reaktor Nuklir (7)
 
Flexblue  Reaktor Nuklir (4)
 
Flexblue  Reaktor Nuklir (5)
 
Flexblue  Reaktor Nuklir (6)
 

Flexblue bukanlah sebuah kapal selam melainkan sebuah reaktor nuklir yang ditanam di bawah laut untuk pembangkit listrik tenaga nuklir
Sumber; Republika Online

Juli 25, 2012

  Kedutaan Be…

Filed under: Uncategorized — Gustaf Al attas @ 10:04 pm

Kedutaan Besar AS di Jakarta yang berlokasi di Jalan Medan Merdeka Selatan akan melakukan modernisasi kawasan. Langkah itu dilakukan dalam upaya meningkatkan pelayanan.

Gedung Kedutaan Besar ini sendiri akan tetap berada di lokasinya yang sekarang, yaitu di Jalan Medan Merdeka Selatan. Hal ini sebagai bagian dari keinginan Amerika Serikat untuk tetap melestarikan dan meningkatkan kedekatannya dengan kawasan alun-alun kota yang memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi ini.

Proyek senilai $450 juta ini juga akan membuka lapangan perkerjaan baik di Amerika Serikat maupun di Indonesia. Proses pembangunan ini direncanakan akan berlangsung selama lima tahun dan akan melibatkan lebih dari 5.000 pekerja dari Indonesia. Proyek ini dijadwalkan rampung tahun 2017.

Kedutaan Besar baru di Jakarta ini akan menggunakan standar tertinggi dalam hal rancangan, tata ruang dan keramahan lingkungan, selain untuk mendukung hubungan khusus antara AS dan Indonesia. Kompleks Kedutaan Besar ini dirancang untuk memberikan citra keterbukaan dan transparansi. Tim perancang proyek ini telah melakukan beberapa kali kunjungan ke Indonesia selama kurun lima tahun terakhir ini untuk meneliti mengenai arsitektur, rancangan, dan budaya Indonesia, serta berkonsultasi dengan para ahli-ahli di Indonesia agar dapat memasukkan elemen-elemen budaya ke dalam rancangan tersebut. Dalam rancangan yang inovatif ini, dinding-dinding kaca akan menggantikan dinding-dinding batu yang biasanya digunakan oleh Kedutaan-Kedutaan Besar AS.

Dinding pelindung matahari dan dinding penutup yang mengitari gedung ini terinspirasi dari desain tekstil yang sangat dipengaruhi oleh tradisi-tradisi kuat dalam seni dan budaya Indonesia. Tekstur-tekstur serta pola-pola tersebut diambil dari budaya Indonesia untuk dijalin kedalam satu tema dengan rancangan tata ruang dan interior  sehingga memberikan gedung ini sebuah atmosfir yang mudah dikenal, ramah dan nyaman bagi para pengunjung Kedutaan.

Kompleks yang terdiri dari beberapa bangunan ini akan digunakan oleh para staf Kedutaan Besar AS dan Misi AS untuk ASEAN dengan ruang kerja seluas 36.000 meter persegi. Rencana gedung ini akan meliputi gedung utama dengan 10 lantai, gedung parkir, gedung-gedung penunjang, ruang tunggu konsuler, tiga pintu gerbang dan restorasi sebuah gedung bersejarah di kompleks ini. Sebagai salah satu bagian dari proyek ini, Amerika Serikat akan merelokasi dan merestorasi sebuah gedung bersejarah yang digunakan oleh delegasi Republik Indonesia selama negosiasinya dengan pihak Belanda tahun 1949.

Gedung ini memiliki nilai historis tinggi bagi Indonesia karena pernah menjadi kantor Perdana Menteri Sutan Sjahrir. Menurut Dubes Marciel, modernisasi kawasan kedubes ini menantang, karena meskipun pembangunan tengah berjalan, kegiatan kedubes harus tetap berjalan. Selain itu, pihak kedubes juga berusaha menegaskan atmosfir terbuka yang menjadi ciri kedubes sejak berdiri pada 1949.

“Meskipun jadi lebih terbuka, namun tetap ada pengamanan. Anda tentu saja tidak bisa melenggang bebas masuk ke dalam area kedutaan besar negara manapun tanpa adanya pengamanan,” ujar Dubes Marciel.

Apakah gedung ini ramah lingkungan? Dilapangan terbukti AS adalah negara penyumbang emisi terbesar selain Cina juga AS adalah satu-satunya negara yang melepaskan dua bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. Termasuk perusahaan-perusahaannya merupakan salah satu negara yang paling banyak menyebabkan kerusakan di muka bumi seperti Freeport.

Gedung itu nantinya juga untuk menampung misi AS untuk ASEAN. Dengan mempekerjakan 5000 tenaga kerja dari Indonesia tidak bisa dianggap keuntungan bagi Indonesia, maka itu hanya sesaat dan sangat kecil jika dibandingkan dengan kerugian dan ancaman ke depan yang harus dihadapi negeri ini.

Kedutaan AS di manapun juga menjalankan fungsi intelijen. Bahkan fungsi ini termasuk salah satu fungsi utama. Sejumlah kawat diplomatik yang dibongkar oleh Wikileaks berisi tentang berbagai informasi tentang negara tuan rumah termasuk kawat diplomatik dari kedubes dan konsul AS di Indonesia hanya menegaskan berjalannya fungsi itu. Karena itu, kedubes AS sebenarnya juga menjadi “markas” intelijen AS di setiap negara tuan rumah.

Tak jarang juga menjalankan peran intervensi dan kontrol. Dubes AS bisa jadi tak ubahnya seorang gubernur jenderal yang seara riil mengontrol dan memerintah negeri dimana dia ditugaskan.  Karena itu makin besar kedutaan itu hanya menjadi sinyal makin besarnya semua peran dan fungsi itu dijalankan terhadap negara tuan rumah.

Belajar Dari Kedubes AS di Irak dan Pakistan

Gedung kedubes AS di Jakarta, pembangunannya direncanakan menghabiskan dana USD 450 juta (sekitar Rp 4,2 triliun). Gedung utamanya nantinya akan memiliki luas 36.000 meter persegi atau 3,6 ha.  Bangunan sebesar itu tentu bisa menampung ribuan personel.  Dengan ukuran sebesar itu, nanti kedubes AS di Jakarta akan menjadi kedubes AS terbesar ketiga di dunia setelah kedubes AS di Irak dan Pakistan.

Kedubes AS di Irak
Kedubes AS di Irak berada di jantung kota Baghdad, dibuka pada Januari 2009 menempati area seluas 104 acre atau sekitar 42,087 ha.  Luas itu sama dengan enam kali luas gedung PBB di New York, 80 kali luas lapangan  bola, hampir setengah luas Kebun Raya Bogor dan hampir sama luasnya dengan kota Vatikan.

Kedubes yang dibangun oleh kontraktor asal Kuwait, First Kuwaiti Trading & Contracting, menelan biaya sekitar USD 750 juta – USD 1 miliar. Kompleks yang ada di tepian sungai Tigris itu terdiri dari 21 bangunan lengkap layaknya sebuah kota kecil, memiliki pasukan pertahanan, memiliki sumber tenaga dan air sendiri, dilengkapi berbagai sarana termasuk saran kesehatan, tempat belanja, gym, theater, pub, sarana olah raga, sampai kolam renang standar olimpiade.

Kompleks sebesar itu bisa menampung 16.000 personel baik sipil maupun militer. Didalamnya sebanyak 2000 orang diplomat berkantor.  Juga didukung oleh ribuan marinir, dan personel sipil.  Sejak proses pembangunannya sudah melibatkan militer dan FBI.  Juru Bicara Departemen Justin Higgins pada saat pembangunannya mencatat bahwa sejumlah besar non diplomat bekerja dalam misi pembangunan -ratusan personel militer, lusinan agen FBI, disamping perwakilan dari Departemen Pertanian, Perdagangan dan departemen AS lainnya.

Dalam laporan Komisi Hubungan Luar Negeri Senat AS disebutkan, bahwa kedubes AS di Baghdad akan memiliki sumur air, pembangkit listrik dan fasilitas pengolahan limbah. Sistem akan 100 persen mandiri dalam hal fasilitas kota. Dalam hal keamanan disebutkan, bahwa keamanan akan dijaga oleh marinir AS, dengan perimeter area tidak bisa kembali, dengan struktur yang 2,5 kali standar, lima pintu masuk berkeamanan tinggi ditambah pintu masuk dan pintu keluar darurat (The Associated Press, 14 April  2006). Pada Februari 2012, akibat tekanan defisit, pemerintah AS memangkas sejumlah personel di kedubes AS di Baghdad menjadi sekitar setengahnya saja.

Kedubes AS di Pakistan
Kedubes AS di Pakistan berada di jantung kota Islamabad.  Mulai dibangun tahun 2009 menempati area seluas 7,2 ha. Direncanakan pembangunannya menghabiskan biaya USD 1 miliar. Kedubes AS di Pakistan ini akan menjadi kedubes AS terbesar kedua setelah kedubes AS di Irak.

Kedubes bisa akan bisa menampung ribuan personel.  Pada tahun 2009, AS menambah 1000 orang personel sebagai tambahan terhadap 750 personel yang sudah ada.  Asia The Dawn harian berbahasa Inggris di Pakistan menyebutkan bahwa, “apa yang kelihatan untuk lebih diwaspadai adalah staf tambahan itu mencakup 350 orang marinir AS.  Disamping itu, Pejabat Amerika menekan Islamabad untukmengijinkan impor ratusan kendaraan tempur pengangkut pasukan milik Dyncorp -kontraktor keamanan AS. Dengan deskripsi seperti itu tak heran Asia Times menyebut kedubes AS di Pakistan tiu layaknya pangkalan militer dalam bentuk kedubes.

Melihat kedua kedubes AS terbesar itu ternyata keduanya juga dijadikan “markas” militer AS. Maka gedung kedubes yang akan dibangun nanti dengan luas bangunan utama 3,6 ha itu yang jelas akan berfungsi sebagai “markas” intelijen yang mengumpulkan berbaga informasi yang berguna bagi kepentingan AS. Selain itu, bukan mustahil pula akan menjadi semacam “markas” kecil militer AS.  Hal itu mungkin saja, tanpa melihat seberapa besar kemungkinannya. Apalagi untuk memasukkan peralatan yang diperlukan bisa berlindung pada stempel diplomatik sehingga tidak perlu ribet melalui pemeriksaan kepabeanan.

Keberadaan gedung baru kedubes AS nanti tidak mendatangkan manfaat dan keuntungan bagi negeri ini. Sebaliknya, justru akan memperdalam intervensi dan mengokohkan penjajahan AS.  “Pembangunan gedung kedubes AS yang baru itu harus ditolak,” ujar jubir HTI .

Gedung yang dibangun AS adalah berikut markas satuan pengaman laut Marine Security Guard Quarters (MSGQ) dengan embel-embel fasilitas rahasia dan personil keamanan yang diperlukan (Secret Facility and Personnel Security Clearances Required). Ini mengindikasikan secara jelas apa yang akan dibangun dari gedung 10 lantai ini. Dan gedung ini letaknya tidak jauh dari Istana Negara.

Hal ini dapat di lihat pada salinan kontrak rancang-bangun pembangunan kedutaan besar Amerika di Indonesia Department of State 2012 Design-Build Contract for US Embassy Jakarta, Indonesia .Project Description (Secret Facility and Personnel Security Clearances Required) SAQMMA-12-R0061, Jakarta, Indonesia NEC. The project will consist of design and construction services including a New Office Building (NOB) with attached Marine Security Guard Quarters (MSGQ).

Hasil survei terkait pembangunan gedung baru adalah dari total voters: 588 orang.

Amerika Serikat berencana membangun gedung baru Kedubes AS senilai $450 juta di Jakarta, yang akan rampung tahun 2017. Bagaimana sikap anda ?

1. Tolak, karena AS adalah negara muhariban fi’lan, yang memerangi kaum Muslim di Pakistan, Afghanistan, Irak, Yaman dan berbagai negeri lain (95%, 560 Votes).

2. Terima, karena akan membuka lapangan pekerjaan (5000 pekerja) dan sebagai salah satu simbol komitmen Kemitraan Komprehensif negara demokrasi (3%, 20 Votes).

3.Abstain, tidak mengerti harus bersikap bagaimana (1%, 8 Votes).

Dari hasil survei ini menunjukan bahwa pembangunan Kedubes AS di Jakarta Makin Memperkokoh Intervensi dan Penjajahan AS di Indonesia. (Kompasiana / SL)
Oleh: Rachmad Yuliadi Nasir

Juli 18, 2012

Skenario AS atas Indonesia Versi Jerry D. Gray

Filed under: Uncategorized — Gustaf Al attas @ 1:21 pm


Di antara banyak kalangan yang mencoba mengungkap skenario AS atas Indonesia, Jerry D. Gray, mantan anggota militer Angkatan Udara AS, secara spesifik cukup konsisten untuk terus menelanjangi kejahatan AS. Jerry aktif menuangkan analisis terkait kejahatan AS, melalui seminar, diskusi ataupun tulisan-tulisan kritis.
Sejak berakhirnya perang dingin, Amerika Serikat menempatkan diri dalam posisi hegemoni tunggal. Untuk mewujudkan hegemoni atas dunia, AS membangun sistem politik, ekonomi, dan militer yang harus ditaati oleh negara ataupun entitas bukan negara di seluruh dunia. AS ingin melibatkan seluruh dunia dalam agenda global ala AS. Sebagai konsekuensi, AS akan memerangi pihak manapun yang menentang agenda global tersebut.

Disukai ataupun tidak, Indonesia, dengan segala kelebihan yang dimiliki tentu saja menjadi incaran AS. Berbagai skenario terkait upaya AS untuk menguasai RI telah diungkap oleh banyak kalangan.

Di antara banyak kalangan yang mencoba mengungkap skenario AS atas Indonesia, Jerry D. Gray, mantan anggota militer Angkatan Udara AS, secara spesifik cukup konsisten untuk terus menelanjangi kejahatan AS. Jerry aktif menuangkan analisis terkait kejahatan AS, melalui seminar, diskusi ataupun tulisan-tulisan kritis.

Di mata Jerry, Pemerintahan AS adalah pemerintahan yang paling jahat di dunia. Kendati pemimpinnya sudah berganti, tidak terjadi perubahan. Semua presiden AS pasca John F Kennedy menjadi anggota Council on Foreign Relations (CFR). CFR tidak sekedar mengendalikan CIA, tapi juga berkuasa mengontrol Departemen Luar Negeri AS. CFR mempunyai kewenangan untuk menggodok kebijakan luar negeri AS. Di era kepresidenan Bill Clinton, 100 anggota CFR diangkat sebagai duta besar AS di berbagai negara untuk menyebarluaskan propaganda federalisme dan globalisme.

Jerry D Gray, yang bergabung dengan USAF sejak 1978-1982, merasakan langsung kejahatan pemerintah AS. Sebagai anggota militer AS, Jerry mengaku telah menjadi korban eksperimen vaksin pendongkrak agresifitas.

Tidak sekedar menebar wacana, Jerry D Gray, yang masuk ke Indonesia sejak 1985, telah memantapkan niatnya untuk menjadi warga negara Indonesia. Jerry atau Haji Abdurrahman mengenal Indonesia setelah sebelumnya bekerja di Arab Saudi sejak 1982. Dengan pengalaman sebagai ahli mekanik pesawat terbang, alumni Hickam Air Force dan A & P Hawai University ini dipercaya untuk menjadi ahli mekanik pesawat pribadi Raja Fahd.

Saat berada di Jeddah, Jerry leluasa mengembangkan kemampuan khususnya, yakni menyelam dan aktivitas dokumentasi bawah air. Puluhan sertifikasi internasional di bidang olah raga selam telah diraih Jerry. Tak heran jika Jerry dikenal sebagai master instruktur selam yang diakui internasional.

Profesi instruktur selam inilah yang pada akhirnya membawa Jerry masuk ke Indonesia. Jerry menempati posisi rangking tertinggi instruktur selam di Indonesia. Selama di Indonesia Jerry juga berhasil mengabadikan keindahan panorama bawah laut Indonesia, baik dalam format foto ataupun video.

Ketika tragedi berdarah “Mei 1998” pecah, Jerry diminta CNBC Asia untuk menjadi juru kamera freelance. Dari dokumentasi “Tragedi Mei” itulah Jerry semakin memantapkan niatnya untuk mengabdi sebagai warga negara Indonesia. “Pada kerusuhan Mei 1998, di mana semua orang asing meninggalkan Jakarta dan Indonesia, saya sudah merasa sebagai warga negara Indonesia. Saya baru tersadar bahwa saya cinta Indonesia,” ungkap Jerry.

Kecintaan terhadap Islam dan Indonesia itulah yang mendorong Jerry D Gray untuk mengambil posisi berseberangan dengan AS dan pendukungnya. Dengan pengalaman, kamampuan dan analisis yang tajam, Jerry pun aktif membongkar kebobrokan AS dan sekutunya. Hasil riset dan analisis itu dituangkan dalam sejumlah buku yang hampir semuanya membongkar konspirasi AS dan sekutunya. Di antaranya, “The Real Truth 911”, “American Shadow Government”, “Demokrasi Barbar ala Amerika”, “Deadly Mist”, dan “Rasulullah is My Doctor”. 

Secara khusus, dalam buku Deadly Mist, Jerry dengan berani membongkar upaya AS merusak kesehatan manusia. Disebutkan bahwa penyakit mematikan seperti flu burung, SARS, dan AIDS adalah hasil rekayasa Amerika Serikat. Dengan fakta yang diambil langsung, Jerry membuktikan adanya upaya penyebaran virus penyakit dengan menggunakan pesawat terbang di atas langit Jakarta dan sekitarnya.

Langkah berani yang diambil Jerry bukan tanpa resiko. Sebagai “pengkhianat” AS, berbagai ancaman pembunuhan fisik hingga pembunuhan karakter sering dihadapi Jerry D Gray. Tak hanya itu, sebelum menjadi WNI, pihak Kedubes AS di Jakarta memandang Jerry D Gray sebagai sosok yang membahayakan AS. Berikut kutipan wawancaranya dengan INTELIJEN pada Oktober 2010 di Jakarta.        

Pemerintah RI Pro AS

Apa pertimbangan Anda menjadi WNI dan mengambil posisi menentang Pemerintahan AS?

Saya malu menjadi warga negara AS, ratusan juta orang telah menjadi korban kejahatan Pemerintahan AS, bahkan dari warga negara AS sendiri. Saya salah satu korban dari kejahatan AS. Indonesia adalah bangsa yang besar yang harus dipertahankan. Saya sangat mengenal dan memahami Indonesia. Saya mantan tentara AS yang menjadi musuh AS sendiri.

Untuk Indonesia, saya rela lepaskan kewarganegaraan AS, kolega, keluarga, dan bahkan karir dan masa depan saya. Kehidupan di AS memang menawarkan materi yang jauh lebih besar, tetapi saya lebih suka hidup di Indonesia daripada di AS.

Saya ingin menyumbangkan pemikiran saya kepada bangsa Indonesia tentang perlunya nasionalisme yang kuat, karena saya tahu Indonesia menjadi target AS dan Israel.  Indonesia harus memiliki fighting spirit. Mengapa orang Indonesia bangga bisa kuliah di Harvard, saya sendiri tidak melihat keunggulan Harvard.

Saya siap dengan segala resikonya. Sejak buku “The Real Truth 911” diterbitkan, saya mendapat informasi dari kalangan intelijen di Indonesia, bahwa saya telah dijadikan target pembunuhan agen CIA. Saya sangat berhati-hati dengan kemungkinan kecelakaan di jalanan ataupun ancaman racun di makanan.

Di setiap acara yang sifatnya terbuka dan memprovokasi kebencian terhadap AS, misalnya seminar atau bedah buku, saya selalu diawasi agen-agen CIA yang menyamar. Saya juga pernah diintimidasi di konsulat jenderal untuk mengungkapkan kegiatan dan aktivitas saya.

Sejauhmana upaya AS dan sekutunya dalam menguasai Indonesia?

Agar bisa menguasai Indonesia dan bahkan dunia, AS berupaya untuk melemahkan Indonesia. Salah satunya adalah dengan merusak kesehatan bangsa Indonesia. Secara sistematis, upaya pelemahan itu dilakukan dengan cara yang halus dan kasar. Secara sistematis dengan bantuan promosi dan publikasi media, rakyat Indonesia dicokol dengan obat-obatan, vaksin, imunisasi dan makanan yang sebenarnya membahayakan kesehatan.

Bagi saya, program imunisasi dan vaksinasi adalah kejahatan luar biasa yang dilakukan WHO. Indonesia telah menjadi korban konspirasi AS dan WHO ini. Terungkap fakta bahwa negara Kuba menjadi negara paling sehat di dunia karena menolak program imunisasi WHO.

Berdasarkan fakta, 95 persen penduduk Jakarta dan sekitarnya telah mendapatkan vaksin cacar, tetapi faktanya, ribuan penduduk Jakarta terkena cacar. Sekitar 90 persen vaksi ataupun obat di apotik tidak menyembuhkan. Semuanya berorientasi bisnis dan bahkan merupakan bagian dari upaya population control.

Promosi anti biotik cukup gencar, padahal sekitar 85 persen pasien di rumah sakit tidak perlu antibiotik. Pada 2009, industri farmasi di AS berhasil menjual antibiotik lebih dari 1500 ton anti biotik, dengan total keuntungan di atas US$ 247 miliar.

Selain vaksin, dalam industri makanan ada kejahatan industri yang merusak kesehatan manusia. Zat-zat berbahaya seperti vetsin dan pemanis buatan aspartam, digunakan oleh produsen makanan dan minuman, dan bahkan obat-obatan.

Anda melihat adanya upaya pihak asing untuk memperlemah Indonesia dengan cara yang lebih radikal, misalnya penggunaan senjata biologi?

AS memiliki program populatian control. Sejak awal Presiden Jimmy Carter telah menyetujui adanya program pengurangan minimum dua miliar manusia dari negara ketiga. Setelah persetujuan itu AIDS menjadi epidemik. Setelah itu, Kongres AS menyetujui dana riset sebesar US$ 10 juta yang akan digunakan untuk memproduksi virus mematikan seperti halnya AIDSDia setuju, pada 1978, AIDS jadi epidemik. Program itu tidak lain merupakan program produksi senjata biologi untuk population control.

Di Indonesia, agen asing akan memperlemah kesehatan rakyat Indonesia agar fighting spirit bangsa melemah. Saat ini perlu diwaspadai adanya upaya penyemprotan debu ethylene bromide dan micro fiber di langit dengan menggunakan pesawat udara. Dalam beberapa kesempatan dibuktikan bahwa sejumlah pesawat telah meninggalkan chemical trails (chemtrails) di langit Jakarta dan sekitarnya. Berbeda dengan contrails yang dikeluarkan pesawat jet, chemtrails bisa ditumpangi dengan virus-virus atau zat-zat berbahaya. Misalnya bromium yang dicampur dengan virus influenza. Bromium diarahkan untuk memunculkan luka di saluran pernafasan. Dengan adanya luka, virus influenza mudah mengendap di saluran pernafasan.

Awal september 2010, di langit Jakarta, terlihat chemtrails yang disemprotkan oleh pesawat tanker jet yang diduga milik Angkatan Udara AS. Penyemprotan dilakukan hingga empat kali. Beberapa hari setelah penyemprotan terakhir, pasien dengan keluhan infeksi pernafasan melonjak naik hingga 400 persen di Jakarta.

Semua pihak harus mewaspadai semprotan yang dilakukan di awal bulan Ramadhan 2009. Jelas-jelas ini ditujukan untuk melemahkan umat Islam, di mana di awal puasa memiliki kondisi fisik yang lemah.

Jika memang hal tersebut membahayakan kesehatan manusia apa upaya yang telah Anda lakukan terkait serangan itu?Saya sudah presentasikan penelitian tentang semprotan chemtrails di langit Jakarta kepada penasehat intelijen salah satu calon Wakil Presiden RI menjelang Pilpres 2009. Saya sampaikan rekaman detil lokasi, waktu, tempat dan jenis pesawat.

Saya telah sebutkan bahwa jenis pesawat itu adalah tanker jet milik UA AS. Harus dipertanyakan, siapa yang memberikan ijin sehingga pesawat militer ini terbang di bawah awan, atau sekitar 4-5 ribu meter. Chemtrails keluar bukan dari mesin tetapi dari dua lobang di bawah sayap pesawat. Setelah insiden semprotan itu sebagian penduduk Jakarta terkena sindrom gangguan pernafasan dan demam.

Seharusnya, dengan akses yang ada, detil pesawat dan waktu penerbangan bisa dicocokkan dengan data Bandara Soekarno Hatta. Di sisi lain, ahli analisis udara juga perlu dilibatkan untuk menganalisa sample chemtrails yang tertinggal di gedung-gedung tinggi. Mungkin karena melihat adanya konspirasi internasional, tokoh politik itu tidak mau campur tangan.

Sebagai Anda melihat adanya pembiaran terkait upaya pihak asing merusak kesehatan rakyat Indonesia untuk melemahkan Indonesia baik secara halus ataupun kasar?Bagi saya, Menkes Siti Fadilah Supari adalah national hero yang harus dipertahankan untuk membendung upaya jahat AS dan sekutunya di bidang kesehatan. Siti Fadilah tidak melontarkan spekulasi tetapi menyodorkan bukti. Misalnya dalam konspirasi virus flu burung di Indonesia. Siti Fadilah ketika menjabat telah mengeluarkan tiga jenis imunisasi anak dari daftar wajib imunisasi yang dikeluarkan WHO.

Siti Fadilah Supari harus dikembalikan ke Depkes, atau minimal tokoh yang sehaluan dengan sikap Siti Fadilah. Ironisnya, Siti Fadilah digantikan oleh Menkes yang dikenal dekat dengan AS dan WHO. Pemerintah Indonesia saat ini terlalu pro AS. Lebih ironis lagi, vaksin miningitis untuk jamaah haji Indonesia terbukti menggunakan enzim babi. Bahkan dalam vaksin ini diduga menggunakan zat khusus hasil aborsi.

Biodata                  Nama:
Jerry Duane Gray

Tempat/Tgl Lahir:
Wiesbaden, Jerman, 24 September 1960

Agama:
Islam

Pendidikan:
– Pendidikan dasar dan menengah , Iowa
– Sekolah Pemeliharaan Pesawat Terbang, Texas
– Engineer Pesawat Udara, Hawaii University

Karir:
– USAF (1978-1982)
– Hickam Air Force
– New Saudi Mechanic (1982-1984)
– Master Instruktur Selam, Jeddah (1984)
– Master Instruktur Selam, Indonesia (1985)
– Underwater Cameraman (1982-)
– Cameraman, Televisi CNBC Asia (1998)
– Cameraman pertama, Metro TV
– Jurnalis freelance media internasional

 

Sumber :www.intelijen.co.id

Juli 16, 2012

Dicari Pemimpin Negara Kesatuan Republik Indonesia Yang Punya Nyali

Filed under: Uncategorized — Gustaf Al attas @ 11:22 pm

 


Indonesia harus lebih berani menjaga kedaulatannya sesuai aturan hukum internasional, kata Koordinator Staf Ahli Menteri Pertahanan Agus Brotosusilo di Jakarta, Selasa 24 Agustus.
“Meski belum ada keputusan final bahwa sebuah titik atau wilayah itu merupakan bagian wilayah RI,
kita harus berani mempertahankan dan menjaganya, sampai ada keputusan final secara internasional,” ujar Agus Brotosusilo, ketika ditemui di ruang kerjanya.Dia mencontohkan insiden Tanjung Berakit. “Jika kita yakin Tanjung Berakit itu milik Indonesia, ya kita klaim dulu, kita pertahankan dan kita jaga. Sampai ada keputusan final tentang status wilayah itu, apakah Indonesia atau Malaysia,” katanya.”Kita harus bisa buktikan keyakinan itu, dengan pengetahuan tentang hukum laut internasional dan sarana prasarana memadai, seperti GPS atau alat komunikasi satelit dari masing-masing penjaga wilayah perairan kita. Kalau kita sudah tidak yakin, bagaimana kita mau mempertahankannya?” tutur Agus.
Wilayah Kepulauan Riau Kepri yang lebih dari 90 persen lautan, sering kali jadi sasaran kegiatan pencurian ikan, mulai dari perairan Pulau Pisang di sekitar Pulau Tokong Hiu, Karimun hingga perairan antara Selat Malaka dan Bengkalis . Termasuk perairan Natuna -sekitar Pulau Bone dan Kijang, serta Tanjung Berakit, Kabupaten Bintan yang terakhir kali menjadi lahan jarahan tujuh nelayan Malaysia yang sempat memanaskan lagi hubungan bilateral Indonesia-Malaysia.Agus mengatakan, sengketa wilayah laut antara Indonesia dan beberapa negara seperti Malaysia, bisa terjadi di landas kontinen dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).”Sengketa dengan Malaysia seringkali terjadi karena negeri jiran itu kerap menggunakan hukum laut tahun 1979 untuk menetapkan batas wilayah lautnya,

sedangkan kita mengacu pada Konvensi Hukum Laut (UNCLOS) 1982, meski Malaysia ikut dalam konvensi tersebut,” ungkapnya.Tentang mungkinkah Indonesia menggugat Malaysia yang tidak “mentaati” Konvensi Hukum Laut 1982, Agus mengatakan, hal itu mungkin saja dilakukan.”Tetapi jika hingga ke Mahkamah Internasional menggugat memakan waktu lama dan biaya besar. Langkah yang paling efisien ya melalui perundingan. Tetapi sebelum berunding, kita harus yakin dulu dengan klaim kita atas suatu wilayah, sesuai hukum berlaku. Kalau kita tidak yakin dan tidak berani yaaa…percuma,” ujar Agus.Selain itu, Indonesia juga harus membenahi koordinasi antarinstansi terkait dalam penanganan wilayah laut yang berbatasan dengan negara lain.”Pemahaman yang baik tentang hukukm internasional, sarana prasarana yang memadai dan koordinasi yang solid dalam pengelolaan perbatasan laut, menjadi kunci utama Indonesia untuk lebih berani mempertahankan dan menjaga kedaulatan kita,” katanya.

Sikap arogan Malaysia terhadap Indonesia dikarenakan dua hal, yaitu faktor ekonomi dan persenjataan militer.

Menurut pemerhati pertahanan Ade Daud Nasution, dari segi persenjataan militer Tentara Diraja Malaysia (TDM) jauh lebih maju ketimbang persenjataan milik TNI. “Senjata organik mereka sudah M-4 sama dengan tentara Amerika Serikat dan Inggris, sementara TNI masih pakai SS-1 dan SS-2 yang tidak kompatibel di medan berat,” ujar Ade Dalam persenjataan udara, saat ini Malaysia memiliki squadron F-18 Hornet yang merupakan pesawat terbaru Amerika Serikat. Sedangkan Angkatan Udara (AU) masih mengandalkan F-16 yang sudah usang, adapun pesawat Sukhoi buatan Rusia belum mencapai satu squadron.”Malaysia juga punya tank dan rudal di Johor daerah perbatasan, sementara kita tidak punya tank baru. Yang ada hanya Anoa tanpa altileri. Angkatan Laut Malaysia juga punya banyak kapal selam tipe besar bukan bekas seperti yang kita punya,” jelas Ade. Oleh karena itu, Ade melihat sangatlah wajar Malaysia bisa membarter tujuh nelayannya yang ditangkap oleh Indonesia dengan tiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).”Malaysia lebih kaya daripada kita, apalagi persenjataannya lebih lengkap wajar saja kalau belagu dan menganggap Indonesia sebelah mata,” terang Ade. Sebelumnya diberitakan, tiga petugas pengawas perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ditahan Polisi Malaysia saat sedang mengamankan kapal nelayan Malaysia yang mencuri ikan di Perairan Bintan, Jumat (13/8) malam. Ketiganya dibebaskan pemerintah Malaysia setelah sebelumnya pemerintah Indonesia membebaskan nelayan Malaysia.

Proses ” Operasi Menjinakan Indonesia ” dimulai ketika Tesis Militer dan Sosiologi Kepemimpinan Indonesia menjadi Pembicaraan Gedung Putih awal tahun 90 an ketika Suharto tidak menepati Janjinya turun Tahta setelah 25 tahun menjadi Presiden Indonesia & lahir kekuatan Ekonomi islam di Negara yang rakyatnya Mayoritas Islam serta kemampuan Indonesia dalam Industri berteknologi telah berhasil membangun Reaktor Nuklir Terbesar di Asia Tenggara telah membuat gerah Australia serta menganggu Kepentingan Amerika Di Indonesia belajar dari sejarah Masa Bung Karno maka secara sistematis dimulai Operasi Menjinakan Indonesia Besrsamaan Waktunya dengan Operasi Tirai Bambu mmenghadapi RRC agar singkatnya pembahasan tulisan ini dimulai ketika TNI tidak sigap dan terlihat takut ketika Pasukan Australia dengan Kapal dan Pesawat Tempurnya bolak balik masuk ke wilayah Indonesia membawa logistik untuk Fretelin tanpa ada Perlawanan dari ABRI padahal waktu itu referendum Timor timur belum disetujui Pemerintah Indonesia yang sedang mendapat tekanan PBB dan Ketika BJ habibie mulai terobsesi bujukan Eropa agar referendum Timor timur segera dilaksanakan Pihak ABRI tidak Menolak keinginan Habibie secara resmi dan pada Pemerintahan Gusdur & Mega yang sedang menghadapi dilema Multi Krisis maka beberapa utusan khusus Negara Asing berdatangan KeIndonesia dengan Program Indonesia Bebas dari Krisis multi dimensi baik Krisis ekonomi,konflik Horisontal antar Agama & gejolak Gerakan Separatis

Operasi Menjinakan Indonesia Masuk secara Nyata ke Indonesia dibungkus Indahnya Azas Demokrasi & HAM Yang Ikut ituangkan dalam Kesepakatan dengan IMF : diminta Agar Dominasi kekuatan Militer Baik Persenjataa + Jumlah Personel Militer Harus DiPangkas demi azas Penghematan dan Sentra2 Industri Bertekhnolgi tinngi dibatasi,Proyek – Proyek Pembangunan yang bernilai besar ditunda untuk waktu yang tidak terbatas dan Pada ranah Politik Praktis maka Azas Ideologi Tunggal Pancasila dihapus dan Doktrin Dwifungsi ABRI segera dihapus dengan diperbolehkan adanya Sistem Multi Partai yang bebas dengan Ideologi masing2, Untuk itu Pemerintah dan Parlemen Indonesia berkewajiban menjalankan rencana pemulihan Ekonomi sesuai detail Rancangan IMF dan Bank Dunia Apabila Pemerintah dan segenap Rakyat Indonesia tidak dapat mencapai Target Prestasi sesuai sasaran Program Pemulihan maka dalam waktu kurang dari Tiga tahun Indonesia akan hancur Chaos atau terjadi perang saudara di Indonesia di ramalkan Indonesia pecah menjadi tiga Negara atau lebih Seperti Yugoslavia dan Uni Soviet yang hanya tinggal kenangan Sejarah Peradaban Dunia, Negara Kepulauan Republik Indonesia Mungkin akan dibagi menjadi beberapa Negara bagian perserikatan agar lepas dari Krisis Moneter

Mengingat Banyaknya Pelanggaran HAM oleh ABRI Serta Indonesia tidak menganut azas demokrasi sesuai standard dunia dampak krisis Multi Dimensi telah sangat menganggu stabilitas Kawasan dan stabilitas Politik & Ekonomi Negara Industri Maju Maka Krisis di Indonesia menjadi ancaman serius masyarakat Ekonomi Dunia harus segera di revisi sesuai kemampuan Ekonomi masing masing Wilayah di Indonesia

Namun Apabila Para Pemimpin Indonesia masa itu Ingin Negara Kepulauan Indonesia Raya tetap utuh hanya akan tetap terwujud bila Pemerintah dan Parlemen Indonesia saat itu bersedia menjalankan rancangan IMF sesuai Rencana Pemulihan ekonomi& demokrasi hasil Rancangan Lembaga Dunia atas Inisiatif lobby Amerika Seikat dan sekutu2nya

Apa jadinya sebuah bangsa seperti Indonesia bila saat ini kita tak lagi memiliki Sosok kepemimpinan yang berani karena benar melawan eksploitasi yang merugikan rakyat & Negara Serta Pemimpin yang tegas Melawan siapapun yang terbukti melanggar wilayah kedaulatan Negara namun kenyataan yang saat ini terjadi ;jelas Indonesia telah kehilangan otoritas di wilayah kedaulatan Negara Indonesia,ditambah ketidak adilan menjadi keseharian , korupsi tumbuh subur dimana-mana, rakyat melarat dan yang paling mengerikan adalah Ternyata kita telah lebih dari 10 X dilecehkan bangsa lain

Karena ternyata Para Pemimpin kita hanyalah boneka Asing yang bila mendapat restu Negara Asing baru dapat ikut dalam PEMILU rakyat Namun Melalui kampanye Pencitraan Lewat Media ditambah metode politik uang yang terselubung yayasan atau LSM karena banyak kejanggalan metode seleksi pencalonan oleh KPU sampai D.P.T Pemilihan umum mulai dari PEMILU Anggota Parlemen dan Pemilihan Pemimpin Pemerintahan baik di Pusat maupun di Daerah – daerah yang Berpontensi Ekonomi, kaya Sumber daya Alam

Lobby Perusahaan-perusahaan Trans Nasional berhasil mereka mulai secara impiris ikut membuat Rancangan Perundang – undangan dan mempersiapkan beberapa kader baik untuk PEMILU Pemimpin Pusat dan Pilkada Pemimpin daerah demi kelangsungan hidup Perusahaan-Perusahaan Trans Nasional para Calon Pemimpin harus dapat memperjuangkan Kepentingan Perusahan Trans Nasional diterima Lobby Perusahan Trans Nasional dan kepentingan Politik Amerika Serikat dan Para sekutunya
Ini Adalah sebagian kecil bukti nyata selama hampir lebih satu Dasawarsa Indonesia Dirancang paksa untuk Patuh mengikuti Rancangan Negara Adi Kuasa & kroni 2 nya Indonesia Raya akan tetap Utuh 20 tahun kedepan walau Kenyataanya Rakyat dan Negara Jadi Sapi Perahan

Mungkin inilah gambaran nyata bangsa kita Indonesia hari ini di mata Rakyat & Pemerintah Malaysia. Sebab jelas Indonesia telah kehilangan otoritas di wilayah kedaulatan Negara Indonesia,ditambah ketidak adilan menjadi keseharian , korupsi tumbuh subur dimana-mana, rakyat melarat dan yang paling mengerikan adalah Ternyata kita telah lebih dari 10 X dilecehkan bangsa lain dalam kurun Januari 2009 – Agustus 2010 Tanpa sebutir pelurupun ditembakan dari Senjata Tentara Nasional Indonesia , sebagai Penanggung Jawab Keamanan dan Penjaga kedaulatan Negara Indonesia Raya

Bagaimana tidak, kasus penangkapan nelayan warga Malaysia yg menangkap ikan di wilayah perairan Indonesia,yang berbuntut insiden penculikan penembakan adalah hal yang tak pernah kita harapkan. Padahal, sudah terang-terangan ketujuh nelayan Malaysia melakukan pencurian di wilayah perairan Indonesia, sebelah utara pulau Bintan, Jumat 13 Agustus lalu (Kompas 17/8). Bukannya menunjukkan rasa malu dan bersalah, polisi Malaysia malah menghadang ketiga petugas patroli laut kita dengan melakukan tembakan peringatan. Rasanya tak ada lagi segan bangsa Malaysia kepada bangsa ini. Sebuah bangsa Melayu yang dulu pernah mengenyam pendidikan dari bangsa Indonesia kini mereka mulai berani mengusik nyali bangsa ini.Bukan kali ini saja, ambil contoh Ambalat. Malaysia mengklaim bahwa pulau Ambalat bukan milik Indonesia dengan dalih bahwa Ambalat tidak sah menurut hukum internasional sebagai bagian batas teritorial Indonesia dan mereka klaim,itu milik Malaysia.

Mengapa mereka berani melecehkan bangsa kita?
Malaysia melecehkan kita mungkin karena mereka tahu tingkat kemampuan patroli kita di Indonesia bagian timur. Mereka tahu kemampuan TNI AL kita lemah di situ dan sebagian besar kekuatan kita ada di darat, sehingga mereka berani membuat-apa yang disebut military skirmishes (perang kecil-kecilan)-untuk mengetes kemampuan kita.

Mengambil Sikap Tegas

Melihat kenyataan ini, amat perlu pemerintah menyikapinya dengan serius, terkhususnya kementerian luar negeri dan menteri pertahanan. Pemerintah harus mengambil sikap tegas, tidak cukup hanya dengan memberikan peringatan seperti nota diplomatik, masih perlu disertai dengan kebijakan tegas yang mampu memberi efek jera kepada setiap nelayan bangsa lain jika terbukti melakukan pelanggaran wilayah. Di sisi lain, pemerintah perlu memberi kekuatan kepada para petugas patroli laut kita, supaya mereka merasa diayomi dan mendapat dukungan penuh dari negara.
Insiden Jumat (13/8) lalu, sesungguhnya tidak membuktikan bahwa postur tubuh pertahanan kita hari ini melemah, hanya saja pemerintah selama ini tidak berani mengambil sikap tegas atas apa yang dilakukan Malaysia kepada kita.
Memang, untuk negara seluas Indonesia dari Sabang sampai Merauke, rentang efektif kemampuan untuk menangkal, mencegah, dan menindak memang butuh energi besar. Tetapi bukan berarti negara ini sedang benar-benar tidak berdaya. Meminjam pendapat Mike Murdock (1996) yang mengatakan bahwa senjata yang dipilih musuh anda merupakan tanda rasa takutnya kepada anda. Maka, uji nyali yang ditawarkan Malaysia kepada kita tak lain hanyalah sebuah gertak sambal yang menunjukkan bahwa kita adalah bangsa yang kuat. Oleh sebab itu, otoritas dan kewibawaan bangsa ini perlu dipertahankan. Tanpa otoritas, yang ada hanya ketidakteraturan, tanpa kewibawaan, negara tiada. Disinilah pemerintah perlu membangun otoritas dan kewibawaannya di mata bangsa lain dan perlakuan Arogan Tentara Malaysia yang seperti ini layak ditanggapi secara serius.
Dalam keadaan seperti saat ini, rasanya perlu merenungkan kembali apa yang pernah diungkapkan oleh Juwono Sudarsono, mantan Menteri Pertahanan Kabinet Indonesia Bersatu periode 2004-2009 (Kompas, 2/8), mengatakan bahwa the best defense is social justice (solusi terbaik pertahanan kita adalah keadilan sosial weight Menurut beliau, makin banyak orang terangkat dari kemiskinan, makin banyak orang tidak tertarik pada radikalisme, apakah sekuler atau agama.


Berharap membangun pertahanan yang kuat tanpa membangun keadilan sosial ibarat membangun rumah di atas pasir, rapuh. Sejatinya, rumah pertahanan harus dibangun diatas batu keadilan dan kesejahteraan rakyat. Disinilah pemerintah perlu serius mengurus masalah penduduk dan wilayahya. Kesejahteraan rakyat harus terus ditingkatkan. Pemerintah dan semua pihak perlu bekerja keras, bila perlu sampai berdedeh-dedeh berdarah-darah demi kesejahteraan rakyat. Anggaran pertahanan yang masih minim memang menjadi kendala besar. Membangun rumah pertahanan dengan menelisik dari dalam wajah asli bangsa ini style, rupa korupsi yang kian sistematis, mafia hukum, inefisiensi anggaran dan inefisiensi birokrasi serta budaya melayani diri sendiri harus ditelanjangi. Pemerintah harus bekerja keras menyelenggarakan pemerintahan dengan benar-benar, meminimalkan disfungsi serta mengutamakan efisiensi. Kesenjangan ekonomi dan sosial yang sangat mencolok, angka kemiskinan dan pengangguran amat tinggi sampai hari ini, menjadi pertanda rapuhnya pertahanan kita. Keadilan sosial yang bernafaskan kemanusiaan masih jauh dari harapan. Bangsa sebesar Indonesia ini belum bisa duduk sama rata, berdiri sama tinggi dengan Malaysia, bahkan kita harus merelakan saudara – saudara kita menjadi kuli (TKI) di Malaysia.

Saya ingin menutup tulisan ini dengan mempertanyakan kembali Apakah Indonesia mampu ? untuk berani karena benar dalam menjaga Kedaulatan Indonesia menghadapi Gangguan bukan hanya dengan Malaysia di Sumatra dan Kalimantan , Sulawesi tapi juga Menghadapi Negara Negara seperti : Australia , Amerika Serikat , Papua New Guinea mulai dari Aceh , N.T.T sampai Irian Barat dan Juga China di Kepulauan Natuna
Dimana dan kemana etos kepemimpinan untuk Berani, Jujur & tegas wahai Para Elit Pemimpin Bangsa Indonesia baik yang di Pusat dan daerah ? Kita berharap. Pemimpin negeri ini membuka mata terhadap keadaan rakyat serta berani berbuat demi kehormatan Indonesia. Jangan sampai bangsa kita dilecehkan lagi oleh bangsa lain di masa datang Amin..!
***(ANTARA/DetikNews/Kompas/Gustaf)

Mei 14, 2012

Pilkada DKI 2012

Filed under: Indonesia kita kini — Gustaf Al attas @ 7:00 pm

Sejak Tahun 2004 penulis mengamati perkembangan politik di tanah air, dimana menurut data Kementerian Dalam Negeri, telah terjadi demikian banyak perpecahan (pecah kongsi) mulai dari gubernur-wakil gubernur, wali kota-wakil wali kota, hingga bupati-wakil bupati. Kecenderungan pecah kongsi yang sangat tinggi dari kepala daerah dan wakil kepala daerah.

Dari 244 pilkada pada 2010 dan 67 pilkada pada 2011, duet Pimpinan daerah yang berlanjut dari periode sebelumnya hanya 6,15 persen. Artinya, sekitar 94 persen pimpinan daerah berganti pasangan pada pilkada berikutnya. Sayangnya, Kementerian Dalam Neegri tak  cukup memiliki data tentang berapa banyak wakil kepala daerah yang mengundurkan diri sebelum masa jabatannya berakhir.

Pada umumnya pasangan pimpinan daerah berasal dari parpol berbeda, meski ada juga yang menggandeng birokrat, pengusaha, purnawirawan atau profesional. Parpol yang berkoalisi biasanya tak memiliki ikatan ideologis yang kuat, tetapi hanya ditautkan oleh kepentingan jangka pendek belaka.

Kita lihat Jakarta menjelang Pilkada 11 Juli 2012. DPRD DKI Jakarta memiliki jumlah kursi legislatif sebanyak 94 buah. Dengan perincian Partai Demokrat (32), PKS (18), PDIP (11), Partai Golkar 7), PPP (7), Gerindra (6), PAN (4), PDS (4), Hanura (4) dan PKB (1). Untuk persyaratan mengajukan pasangan Cagub-Cawagub, parpol atau gabungan parpol harus memiliki minimal 15% dari total kursi, 14,1 kursi, dibulatkan 15 kursi. Berarti hanya Partai Demokrat dan PKS yang bisa mengajukan langsung tanpa berkoalisi.

Selain Parpol, pada pilkada 2012 ini calon independen dibenarkan untuk maju sebagai calon dengan menunjukkan bukti  4% kali jumlah penduduk DKI Jakarta (10.183.498), jumlahnya adalah 407.345 pendukung (KTP dan tanda tangan).

Setelah proses verifikasi awal, pasangan Independen Faisal Basri-Biem Benyamin, serta Mayjen TNI (Pur) Hendardji Soepandji-Ahmad Riza Patria masih harus berjuang dukungan untuk  keduanya sebagai Pasangan calon Independen. kepentingan masing-masing yang sangat erat dengan urusan duniawi yang tidak pernah selesai

Yang paling awal  mendeklarasikan diri adalah koalisi Golkar, PPP dan PDS. Dengan jumlah 18 kursi, pasangan yang akan diusung adalah Alex Nurdin-Letjen Mar (Pur) Nono Sampono. walau mayoritas Pemilih DKI kurang mengenal sisi positif  Calon yang diusung Golkar , PPP + PDS . terlebih Alex Nurdin sedang tersandung Perkara Korupsi

PDIP, yang pada saat terakhir melakukan fit and propper test terhadap Jokowi dan Ahok sudah menyadari dengan kekuatannya yang hanya 11 kursi walau dengan menggandeng Gerindra 6 kursi untuk berkoalisi ,walau keberhasilan Jokowi menjabat Walikota Solo serta dukungan minoritas etnik pada Ahok Intinya PDIP dan Gerinda sedang mengukur seberapa besar kekuatan mesin partai mereka di Jakarta jelang PEMILU 2014 Pasangan ini kecil untuk berpeluang menang

Lantas, bagaimana dengan parpol lainnya?  Hanura dan PKB ?  PKB nampaknya akan bergabung ke Demokrat. Gerindra akan ke PDIP dan Hanura juga akan ke PDIP.

Dengan demikian, komposisi koalisi akan sangat tergantung Fauzy Bowo (Foke) berada Di PD  King maker Pilkada DKI 2012 berada di tangan Partai Demokrat. Jelas wajar karena PD memiliki 32 kursi, maka Pak SBY sebagai Ketua Dewan Pembina lah yang mengatur dinamika proses Pilkada, Namun kali ini tekanan arus bawah Demokrat demikian kuat untuk mengajukan Nachrowi, tetapi Nachrowi dalam hitungan politik kalah jauh dibandingkan Foke sebagai incumbent. Baik dalam hal popularitas, komunikasi lintas parpol, dukungan logistik dengan  tetap memegang teguh demokratisasi , Majelis Tinggi Partai Demokrat akhirnya memutuskan Fauzie Bowo Cagub didampingi Nachrowi Romli terpilih sebagai Cawagub diusung Partai Demokrat

Bagaimana PKS ? Nampaknya PKS tidak mau mengulang Pengalaman pahit Pilkada 2007 banyak memberi pelajaran kepada PKS. Jago PKS (Adang Darajatun-Dani Anwar) meraih (42,13%), dikalahkan Pasangan Foke-Mayjen TNI Priyanto yang didukung seluruh parpol di DKI, yang meraih (57,87%) kekalahan tipis yang  pahit pada Pilkada  2007  besrsama  PAN  maka Hidayat Nurwahid dan Didik J Rachbini pasangan calon Resmi dari PKS dan PAN . Dengan  mesin propaganda PKS  sebaik  tahun 2007 dengan Kader PKS yang solid dan merakyat  serta PAN mampu mengubah opini Pemilih kelas menegah di DKI  bila  Isu – isu kampanye nya menyentuh Rakyat DKI yang sudah muak dengan korupsi Pemda DKI . Jumlah pengangguran di DKI tertinggi di Indonesia , persoalan banjir dan kemacetan maka sangat besar kemungkinan pasangan Cagub dan Cawagub dari PKS dan PAN  masuk dalam Putaran kedua Pilkada DKI

Dengan demikian maka apabila perkiraan tersebut benar, maka dari 6 pasang yang akan maju, komposisi dari tiga(3) pasang terdiri dari kombinasi sipil dengan militer, sementara tiga (3 juga) pasang sipil-sipil.

Menurut Survey serta Analisa intelijen Pasangan Faisal Basri-Biem menjadi pasangan termuda dengan Pasangan Hidayat Nurwahid dan Didik J Rachbini yang akan maju sampai putaran kedua Pilkada DKI 2012 bersama Nahrowi & Foke Cagub incumbent namun suasana hati nurani para Pemilih DKI tidak lagi mudah untuk di rekayasa apalagi dibodohi dengan money politic . Karena Mereka dimata mayoritas pemilih DKI relatif bersih dari korupsi maka Hidayat Nurwahid dan Didik J Rachbini serta Faisal Basri-Biem kedua calon pasangan Cagub + cawagub ini akan berada selangkah lebih maju, karena diterjemahkan dengan mengadopsi keinginan rakyat DKI keduanyalah yang merupakan bagian dari rakyat. Disinilah mereka mempunyai peluang yang cukup besar untuk meraih dukungan dan simpati publik.sebab pada Pasangan lainnya adalah pejabat ataupun bekas pejabat yang hanya ramah pada rakyat ketika jelang Pemilihan namun setelah menjabat Arogan & terbukti hanya memperhatikan kepentingan Penguasa dan Pengusaha saja.

Berikut nomor urut pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta:

1. Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli pasangan calon dari Partai Demokrat
2. Hendardji Supandji dan Ahmad Riza Patria pasangan calon dari jalur independen
3. Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama pasangan calon dari PDIP dan Gerindra
4. Hidayat Nurwahid dan Didik J Rachbini pasangan calon dari PKS dan PAN
5. Faisal Basri dan Biem Benyamin pasangan calon dari jalur independen
6. Alex Noerdin dan Nono Sampono pasangan calon  dari  Golkar, PPP, dan PDS.

Dengan perkiraan kasar tersebut, kemungkinan Pilkada DKI 2012 yang akan diselenggarakan akan berlangsung dalam dua putaran. Foke jelas merupakan sebuah kekuatan dan mempunyai daya tarik tersendiri sebagai incumbent karena dikenal ‘power full.’ Kini ada gerakan ABK (Asal Bukan Foke). Yang jelas Foke akan dijadikan musuh bersama ketiga calon lainnya. Walaupun kuat, bukan tidak mungkin ada kelemahan atau kerawanan Foke yang belum diungkap ke media massa.

Dalam ilmu intelijen, dalam meramal sesuatu, kita harus melihat fakta-fakta masa lalu. Pelajaran Pilkada Jawa Barat pada tahun 2008, dimana pasangan anak muda Heryawan-Dede Yusuf yang diusung PKS dan PAN dengan suara gabungan 16,77%, berhasil menaklukkan jagoan berpangkat, pasangan Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar- Numan Abdulhakim yang didukung PDIP, PKB, PPP dengan jumlah suara gabungan sebesar 34,34%. Pasangan Danny Setiawan (incumbent) -Mayjen TNI Iwan Sulandjana yang didukung Partai Golkar dan Demokrat dengan jumlah suara gabungan  35,67% suara.Dari fakta tersebut, yang menarik, pasangan kedua orang muda tersebut tampil sederhana, berpecipun tidak, dibandingkan para pejabat yang tampil hebat dengan segala atributnya. Ternyata kondisi rakyat Jawa Barat sudah bergeser, bosan dan anti kepada mereka yang berbau pejabat. Bertepatan pada saat itu ada kasus korupsi yang sedang ramai dibicarakan di Bandung. Akhirnya Heryawan yang tidak terkenal bersama Dede Yusuf, anggota PAN melenggang dan menjungkirkan para tokoh mantan pejabat tersebut dari panggung Pilkada Jabar.

Nah, kini nampaknya hal serupa bisa saja terjadi di DKI Jakarta, penulis justru melihat pasangan Faisal Basri-Biem yang independen dan sederhana, bukan tidak mungkin bisa menjungkirkan pesaingnya. Kondisi psikologis rakyat DKI dan Jawa Barat tidak jauh berbeda. Dari pengalaman mengumpulkan KTP beberapa waktu lalu, mayoritas pendukung adalah rakyat kalangan bawah.

Menurut catatan akhir di DKI, angka kemiskinan naik 3,75%, angka pengangguran 10,83 %. Menurut Ketua DPRD DKI, angka pengangguran mereka yang berumur 15-24 tahun adalah 25%, lebih besar dibandingkan pengangguran nasional yang 22,2%. Jadi hal yang berkait erat dengan konstituen DKI bukan hanya macet, banjir, keamanan, tetapi justru pengangguran. Inilah titik lemah incumbent, saat memimpin Jakarta rakyat yang tambah miskin semakin banyak.

Demikian sedikit informasi tentang peta pilkada DKI, semoga ada manfaatnya bagi kita semua. Pasangan yang terbentuk pada parpol berasal dari parpol yang berbeda, semoga saja tidak pecah seperti yang dikatakan Kemendagri diatas.

Analisa penulis memperkirakan bahwa pasangan Hidayat Nurwahid dan Didik J Rachbini pasangan calon dari PKS dan PAN beserta Calon Independen Faisal Basri dan Biem yang sederhana salah satu dari mereka berpeluang menang bisa menjadi kuda hitam yang tidak diperkirakan, apabila  Isu isu kampanye yang Progresif serta menyentuh hati mayoritas Pemilih DKI pada PILKADA 2012 ingatlah pada pepatah suara rakyat adalah suara Tuhan maka suara Data Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4)menyebutkan jumlah 7,5 juta jiwa yang dapat memilih dalam Pilkada DKI Jakarta , total pemilih DKI )

Akan ada kah Kemenangan Rakyat pada PILKADA DKI seperti kemenangan Heryawan-Dede pada PILKADA Jawa Barat Tetapi ini hanya sebuah perkiraan dengan hitungan manusia, tetap saja Tuhan Yang Maha Kuasa yang memutuskan.

Sumber : Prayitno Ramelan, Gustaf Alattas , Viva news

Siapakah Sidney Jones , CIA atau Provokator yang dibina Yahudi ?

Filed under: Uncategorized — Gustaf Al attas @ 4:49 pm

Seorang yang paling banyak mengopinikan bahwa Islam adalah Teroris adalah Sidney Jones , Bahkan orang ini sangat getol mempropagandakan bahwa semua simbol-simbol Islam adalah simbol Teroris? Siapakah Sidney Jones ini? Berikut ini hasil investigasi tentang Sidney Jones.

Sidney Jones, direktur ICG (International Crisis Group) untuk Indonesia, tersandung masalah, karena sebagai orang asing kehadirannya tidak lagi dikehendaki di negeri ini. Alasan pengusiran itu, menurut Kepala BIN (Badan Intelijen Negara) AM Hendropriyono, disebabkan oleh laporan-laporan yang dipublikasikannya berkenaan dengan terorisme Jamaah Islamiyah dikategorikan bias atau bersifat fitnah. Membaca laporan-laporan yang disampaikan Sidney Jones secara berkala, niscaya membuat banyak orang terkecoh. Tapi, bagi kalangan aktivis pergerakan, laporan itu haruslah disikapi dengan waspada dan hati-hati. Sejak tahun 1980-an, ketika merebak kasus subversi yang diidentikkan dengan gerakan Islam radikal, dan ketika banyak aktivis Islam ditahan dan mendapat perlakuan tidak wajar dari pemerintah Orde Baru, Sidney Jones dengan bendera Amnesti Internasional tampil sebagai pembela yang simpatik dan manusiawi. Ia banyak mendokumentasikan berbagai proses pengadilan di Asia Tenggara,

Seluruh dokumen;Semuanya itu, ternyata menjadi barang berharga pasca-tragedi WTC 911, suatu hal yang barangkali tidak diduga, bahkan oleh Sidney Jones sendiri. Secara teknis upaya pengumpulan data yang dilakukan Sidney Jones dan kemudian dipublikasikan dalam bentuk laporan berkala, tidak perlu dibantah. Ia lumayan berpengalaman di bidang itu. Namun, hal yang juga tidak bisa dibantah adalah adanya kepentingan intelijen yang menyertai gerak langkahnya, terutama di masa propaganda anti-terorisme digencarkan AS. Baik itu intelijen asing seperti CIA, yang tentu saja bekerja sama dengan lembaga intelijen maupun LSM lokal di Indonesia. Setiap laporan yang dipublikasikan, dilengkapi dengan catatan kaki, maraji’ (merujuk) yang jelas dan terang sumber-sumbernya, baik dari media massa, buku-buku, wawancara, termasuk juga dari dokumen (informasi) intelijen. Bagi mereka yang berada di “lapangan” ketika membaca laporan yang diterbitkan ICG, meski perlu sedikit waktu, namun tetap bisa dirasakan bagian-bagian mana yang berasal dari dokumen (informasi) intelijen, mana informasi yang jelas faktanya dan mana yang hanya fiktif belaka.

Laporan ICG tentang terorisme, sebenarnya kebanyakan berasal dari dokumen (informasi) intelijen lokal. Maka, ketika baru-baru ini, laporan ICG berkenaan dengan terorisme mendapat sorotan negatif dan dinilai memfitnah oleh Badan Intelijen Negara (BIN), justru mengundang tanda tanya besar. Dengan mengatasnamakan pemerintah dan meminta dukungan Komisi I DPR RI, Kepala BIN AM Hendropriyono (25/5) melakukan upaya-upaya yang dianggap tepat, yaitu mengusir Sidney Jones sebagai orang yang tidak disukai oleh bangsa Indonesia. Mengapa baru sekarang? Sekiranya laporan-laporan ICG mengenai Jamaah Islamiyah (JI) dan terorisme, khususnya yang berkaitan dengan Indonesia dinilai menyebarkan berita bohong, mengapa baru sekarang diungkapkan? Betapa lambannya kerja aparat intelijen. Karena itu, wajar manakala berkembang opini, ketika hal yang bias tadi hanya merugikan umat Islam, hanya merugikan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir, mereka diam saja. Bahkan menikmati buah yang dihasilkan dari kebijakan politik stick and carrot Presiden AS George W Bush.                                           Sumber The Truth,/asiapacific.anu.edu.au

Mei 5, 2012

Mengenang Laksamana Sudomo

Filed under: Uncategorized — Gustaf Al attas @ 10:40 pm

 Laksamana Purnawirawan. Sudomo tutup usia di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu (18/4/2012) setelah dirawat sejak Sabtu (14/4/2012) karena pendarahan di otak. Semasa hidup, kiprahnya sering menghiasi media massa. Mendengar Sudomo mengembalikan ingatan sejarah kepada sebuah keadaan politik di tahun 1970 dan 1980-an di era pemerintahan Orde Baru. Sejarah mencatat, selama 23 tahun dari pemerintahan Orde Baru, Kopkamtib telah menjadi gugus tugas pemerintah militer untuk melaksanakan kegiatan keamanan dan intelejen. Lewat serangkaian kegiatan tersebut, Kopkamtib dapat menggunakan seluruh aset dan personalia pemerintahan sipil di Indonesia demi kepentingan apa yang disebut pemerintah Orde Baru sebagai mempertahankan pelaksanaan pembangunan yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Dan Sudomo adalah Pangkokamtib periode 17 April 1978-29 Maret 1983, meneruskan seniornya Jenderal Soeharto, M Panggabean dan Sumitro.  Saat Pangkokamtib dipegang langsung oleh Presiden Soeharto pada 28 Januari 1974-17 April 1978, Sudomo adalah Kaskopkamtib, pelaksana tugas sehari-hari Kopkamtib     

Perjalanan karier Sudomo sendiri dimulai dari dunia pelayaran yang dijajakinya selepas tamat dari pendidikan SMP pada tahun 1943.          Dunia pelayaran mengarahkan ketertarikannya kepada dunia militer. Sudomo muda lalu mulai menapaki dunia militer dengan mengikuti pendidikan Perwira Special Operation dan kursus Komandan Destroyer Gdyna, Polandia. Sudomo menamatkan pendidikannya itu tahun 1958. Di sinilah dimulainya kiprah militer Sudomo. Prestasinya di dunia militer dan pelayaran membantu kelancaran pendidikannya untuk terus menempuh pendidikan di luar negeri. Sudomo juga sempat mengikuti pendidikan di Lemhannas, Sekolah Para Komando KKO, dan SESKOAL. Sejumlah operasi militer di bawah komando presiden Sukarno juga pernah dijalankannya. Misalnya, pertempuran di Laut Arafuru dan pembebasan Irian Barat. Dua perang itu menjadi cerita kesuksesannya dalam karier militer Sudomo. Kecemerlangan Sudomo terus berlanjut di era Soeharto. Di masa pemerintahan Orde Baru ini, Sudomo tercatat pernah mengemban amanah sebagai Kepala Staf TNI AL (1969-1973) dan Panglima Komando Pengendalian Keamanan dan Ketertiban (Pangkopkamtib) tahun 1978-1983 yang bertugas memelihara stabilitas Negara .

Era awal tahun 1980-an hingga akhir 1990-an merupakan salah satu penggalan sejarah berdarah politik Indonesia. Karena pada kurun waktu itu, rezim Orde Baru memberlakukan UU Subversif. Dunia intelijen Indonesia yang mendapat pembenaran penuh di bawah UU Subversif, diwarnai oleh tangan dingin Sudomo. Sudomo mampu mengendalikan sejumlah kemelut dan konflik sosial-politik di sejumlah daerah. Dunia intelijen Indonesia ketika itu ditangani oleh kepiawaian trio jenderal, yaitu Sudomo, LB Moerdani dan Yoga Soegama.Tidak cukup berkarier di militer, sejumlah posisi politik di pemerintahan pernah diembankan Presiden Soeharto ke pundaknya. Sudomo sempat merasakan kursi Senayan dengan menjadi anggota MPR RI, menjabat Menteri Tenaga Kerja (1983-1988), Menko Polkam (1988-1993)     Puncak Karier nya sebagai ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA) periode 1993 hingga 1998. Kariernya berakhir dengan runtuhnya kekuasaan rezim Orde Baru pada tahun 1998 dengan terjadinya reformasi. Posisinya yang penting di masa Orba, membuat publik menilainya sebagai salah seorang kroni Soeharto.Sebagai petinggi, wajar bila namanya sering dikaitkan dengan sejumlah kasus. Kasus yang menarik-narik Sudomo misalnya dugaan pelanggaran HAM kasus Talangsari, Lampung, yang terjadi pada 1989 dan juga katabelece Edi Tansil.

Tak cuma urusan politik dan militer yang membuat Sudomo menjadi sosok yang menarik. Kehidupan privat pria kelahiran Malang, 20 September 1926 juga jadi berita. Dalam perjalanan hidupnya, Sudomo pernah menikah dengan tiga perempuan dalam rentang waktu berbeda. Dengan istri pertamanya, Fransisca Play, Sudomo dikaruniai empat orang anak. Mereka adalah Biakto Trikora Putra, Prihatina Dwikora Putri, Martini Yuanita Ampera Putri, dan Meidyawati Banjarina Pelita Putri. Yang unik, keempat anaknya tersebut diberi nama berdasarkan momentum politik yang mengemuka saat itu.Selang 10 tahun kemudian Sudomo menikahi Fransiska Diah Widhowaty. Namun pernikahan ini hanya berlangsung empat tahun. Setelah itu, Sudomo menikah dengan Aty Kesumawati. Namun kembali kandas.

Pidato Wakil Presiden Boediono ketika menjadi inspektur upacara dalam pemakaman mantan Ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA) Sudomo di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan. Boediono menyebut pertempuran Laut Aru bersama TNI Angkatan Laut (AL) adalah bukti kecintaan Sudomo kepada Indonesia.”Atas nama Pemerintah dan pribadi saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas wafatnya Laksamana Sudomo,” tambahnya. Lebih lanjut, kata Boediono, mantan Ketua DPA ini ikut juga berkiprah karena dipengaruhi oleh tantangan dan tuntutan jamannya pada waktu itu.” Namun dari semua itu ada satu benang merah yang konstan, yaitu karakter kepemimpinannya yang tegas dan lugas,” kata Bodiono. .Pemakaman Sudomo diselimuti rasa haru. Tampak anak kedua Sudomo, Prihatina Dwikora Putri, yang terpukul atas kepergian ayahnya. Mata Tina selalu berkaca-kaca. Saat jenazah dimasukkan ke liang lahat, Tina dengan lirih bercerita  kala usia senja ayahnya Sudomo mengisi waktu2 nya dengan kegiatan keagamaan. Dia rajin ke masjid, termasuk untuk shalat subuh di pagi buta.

Bahkan dalam suatu kesempatan, Almarhum Laksamana Sudomo mengaku hidupnya baru dimulai di usia 75 tahun, saat Illahi menjadi satu-satunya pujaan. Selamat jalan, Pak Domo…

Laman Berikutnya »

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.